
Ilustrasi Universitas Gadjah Mada (UGM). (Humas UGM/Antara)
JawaPos.com - Kasus meninggalnya mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Gajah Mada (UGM), Argo Ericho Afandhi yang ditabrak sesama mahasiswa UGM dengan mobil BMW, tengah menjadi sorotan. Sebab, diduga pelaku penabrakan yang juga merupakan mahasiswa UGM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Chistiano Pengareppenta Pengidahen Tarigan, disebut punya pengaruh penting.
Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, mengingatkan agar penanganan hukum kasus tersebut harus berdasarkan keadilan, bukan status sosial. Pasalnya, status sosial dari ayah Christiano dihubungkan dengan penangan kasus tersebut.
"Penanganan kasus Argo mesti berpihak pada keadilan, bukan status sosial,” kata Abdullah kepada wartawan, Kamis (29/5).
Politikus PKB itu meragukan hasil analisa sementara aparat Kepolisian dalam menangani kasus tersebut. Terduga pelaku, Christiano diduga kurang konsentrasi ketika mengemudikan mobilnya, sehingga menabrak Argo dan motornya yang saat itu sedang putar arah di depannya.
Bahkan, banyak pihak merasa geram dengan kabar adanya pemberian uang dari pihak Christiano kepada keluarga Argo sejumlah Rp 1 miliar untuk pengobatan dan yang lainnya, namun uang itu disebut juga sebagai sogokan agar kasus kecelakaan ini diselesaikan secara kekeluargaan.
Karena itu, untuk menghentikan asumsi yang terus berkembang di publik, anggota komisi penegakan hukum DPR itu mendesak pihak Kepolisian untuk tidak pandang bulu dalam menangani kasus tersebut. Hal itu untuk menjawab keraguan publik.
"Polisi harus menjawab semua pertanyaan publik yang dianggap janggal,” tegasnya.
Pria yang akrab disapa Mas Abduh itu juga meminta pihak kepolisian yang menangani kasus ini untuk menggandeng stake holder lainnya, seperti Kompolnas dan Ombudsman. Hal ini penting, untuk menjawab keraguan publik terhadap penanganan kasus meninggalnya Argo.
“Ini demi memastikan bahwa penanganan kasus Argo yang ditabrak Christiano tidak diintervensi, dan prosedurnya sesuai dengan peraturan yang berlaku serta tidak ada perlakuan diskriminasi yang mengistimewakan pihak tertentu dalam penegakan hukum,” pungkasnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
