
Tempat lokasi ledakan amunisi di pantai Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Senin (12/5). (Antara)
JawaPos.com - Investigasi mendalam sudah dilaksanakan oleh TNI AD untuk mengetahui penyebab ledakan amunisi kedaluwarsa di Garut, Jawa Barat (Jabar) pada 12 Mei. Hasilnya, detonator Tim Investigasi TNI AD menemukan bahwa detonator diperlakukan tidak semestinya. Sehingga memicu terjadinya ledakan yang merenggut 13 nyawa.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengungkap hasil investigasi tersebut usai hadir dalam rapat antara TNI dengan Komisi I DPR pada Senin (26/5). Dia menyampaikan bahwa detonator yang dimusnahkan atau dihancurkan tersebut dalam kondisi expired atau kondisi apkir.
”Tentu kondisinya itu ada ketidakstabilan dari konstruksi, rentan, dan perlakuannya itu memerlukan perlakuan yang hati-hati, perlu dilakukan oleh tenaga profesional,” kata dia kepada awak media.
Lantas kenapa ledakan terjadi hingga menyebabkan 13 orang meninggal dunia? Wahyu menjelaskan bahwa detonator yang sudah apkir tersebut seharusnya ditangani dengan perlakuan khusus. Tidak bisa diperlakukan sembarangan. Sebab, keliru sedikit saja akibatnya fatal.
”Tim Investigasi menemukan hasil bahwa ada pelibatan masyarakat di luar yang seharusnya dilakukan oleh masyarakat. Jadi, dalam rangka penghancuran amunisi apkir itu, ada pelibatan masyarakat,” ujarnya.
Padahal, mestinya keterlibatan masyarakat atau warga sipil dalam proses pemusnahan amunisi kedaluwarsa tersebut hanya pada urusan administrasi dan urusan-urusan ringan lain. Misalnya menyediakan logistik makanan untuk para prajurit yang melakukan peledakan, menggali lubang, dan pembersihan lokasi.
Dalam pemusnahan tersebut, masyarakat dilibatkan hingga proses pengangkatan material detonator dan boks detonator hingga ke dalam lubang penghancuran. Padahal, mereka tidak seharusnya melakukan tugas-tugas tersebut. Sebab, sebagaimana disampaikan olehnya, detonator apkir itu perlu perlakuan khusus.
”Hasil investigasi menyatakan bahwa ledakan disebabkan karena perlakuan detonator yang tidak semestinya pada kondisi detonator afkir, expired,” imbuhnya.
Setelah menemukan penyebab ledakan tersebut, TNI AD memastikan akan melakukan evaluasi ke dalam. Mabes TNI juga menyampaikan hal yang sama. Mereka tidak ingin peristiwa serupa kembali terulang. Apalagi sampai merenggut banyak nyawa.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
