Paul Munster remis hengkang tinggalkan Persebaya Surabaya dan digantikan pelatih baru. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Kabar mengejutkan datang dari Persebaya Surabaya usai kompetisi Liga 1 Indonesia 2024/2025 resmi berakhir. Isu santer menyebut Green Force akan ditangani oleh pelatih kepala dan staf pelatih yang semuanya berasal dari luar negeri.
Langkah ini disinyalir sebagai bentuk keseriusan manajemen Persebaya Surabaya menghadapi dua kompetisi besar musim depan. Selain Liga 1, Green Force juga akan ambil bagian di ASEAN Club Championship atau ASEAN Cup.
Persebaya Surabaya memastikan diri tampil di kompetisi antar klub Asia Tenggara itu setelah finis di posisi empat klasemen akhir. Sebuah capaian yang tetap diapresiasi meski diiringi penurunan performa di paruh kedua musim.
Kepastian ini sekaligus menandai berakhirnya era Paul Munster di kursi pelatih kepala. Sang juru taktik asal Irlandia Utara resmi berpisah dengan klub setelah pertandingan terakhir melawan Bali United.
Sayangnya, laga pamungkas Paul Munster bersama Persebaya Surabaya justru berakhir dengan kekalahan. Green Force tumbang di kandang sendiri, Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (23/5/2025), dari Serdadu Tridatu.
Lewat akun resminya, Persebaya Surabaya mengumumkan perpisahan tersebut secara emosional. Mereka menyebut kenangan dan pelajaran berharga selama kebersamaan sejak Januari 2024.
Saat pertama datang, Munster dihadapkan dengan tugas berat menyelamatkan Persebaya Surabaya dari ancaman degradasi.
Perlahan tapi pasti, mantan pelatih Bhayangkara FC itu sukses membawa Persebaya Surabaya finis di posisi ke-12 musim lalu.
Memasuki musim penuh pertamanya, Munster melakukan gebrakan besar di sektor pemain. Sejumlah nama asing berbakat seperti Fransisco Rivera, Flavio Silva, hingga Slavko Damjanovic digaet.
Pada awal musim, strategi itu terbukti berjalan cukup efektif. Ernando Ari dan kolega sempat memuncaki klasemen hingga pertengahan musim.
Namun inkonsistensi di paruh kedua membuat posisi mereka melorot. Persebaya Surabaya akhirnya hanya mampu mengamankan peringkat keempat di akhir musim.
Lebih apes lagi, Munster tidak bisa mendampingi tim di dua laga terakhir musim ini karena alasan yang belum dijelaskan secara resmi.
Laga terakhir yang didampingi Munster adalah saat Persebaya Surabaya ditahan imbang 1-1 oleh Semen Padang pada pekan ke-32.
Meskipun begitu, pencapaian ini tetap membuka peluang besar untuk tampil di level regional. Persebaya Surabaya dipastikan menjadi wakil Indonesia di ASEAN Cup musim depan bersama tiga tim lainnya.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
