Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Mei 2025 | 11.30 WIB

Tanggapi Soal Penangkapan Bos Sritex, Istana: Bukti Kita Bekerja Keras Berantas Korupsi

Mensesneg Prasetyo Hadi. (ANTARA/Narda Margaretha Sinambela/aa) - Image

Mensesneg Prasetyo Hadi. (ANTARA/Narda Margaretha Sinambela/aa)

JawaPos.com - Istana menilai kasus hukum yang menjerat bos Sritex menjadi sinyal positif. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, terungkapnya kasus itu menunjukkan upaya pemberantasan korupsi berjalan.

"Itu membuktikan bahwa kita betul-betul sekali lagi bekerja keras untuk menegakkan pemberantasan terhadap tindak-tindak pidana, terutama salah satunya tindak pidana korupsi," ujarnya di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (23/5).

Dalam kasus Sritex, lanjutnya, Kejaksaan membuktikan bahwa siapapun kalau bukti ada bukti pelanggaran akan ditindak. Di sisi lain, kasus itu juga membuktikan bahwa dengan penyelewangan itu punya peran dibalik persoalan ekonomi yang mendera perusahaan dan berakibat 10 ribu pekerja menjadi korban.

"Industri tekstil kita dianggap sedang bermasalah dan seterusnya, padahal ternyata ada faktor juga dari sisi manajemen pemiliknya yang seperti ini," jelasnya.

Pras juga menilai, kasus ini menjadi alarm, bahwa ada oknum-oknum dari perbankan yang menyalahgunakan kewenangannya dengan memberikan kredit ke perusahaan yang tidak seharusnya. "Kita back up teman-teman di kejaksaan, itu kan juga bukan kasus yang ringan dan bukan kasus yang kecil, bagaimanapun Sritex adalah perusahaan tekstil kita yang paling sesungguhnya ya," pungkasnya. 

Terpisah, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta, Kejagung dan PPATK mengusut tuntas aliran dana kasus korupsi pemberian dana kredit bank, yang menjerat Komisaris Utama Sritex tersebut.

Dia menilai, penting untuk membuka semua pihak-pihak mana saja yang terlibat. Bukan hanya di lingkup internal perusahaan tapi juga eksternal.

"Karena akibat kepentingan pribadi mereka, akibat mau selamat sendiri, puluhan ribuan karyawan jadi kehilangan pekerjaan," ujarnya.

Politikus NasDem ini turut mengecam keras tindakan direksi Sritex yang selama ini yang seolah peduli terhadap nasib pekerjanya. Namun ternyata justru menjadi dalang dibalik runtuhnya perusahaan.

"Pabrik tutup, pekerja kehilangan penghasilan, keluarga jadi kesulitan, anak-anaknya putus sekolah. Ini luka sosial yang nyata. Mereka mengkhianati para pekerja yang telah memberi mereka keuntungan bertahun-tahun," keluhnya.

Di sisi lain, dia turut mengapresiasi Kejagung yang telah membongkar dugaan korupsi di Sritex. Pengusutan ini dinilainya sebagai sebuah keseriusan negara dalam memberantas mafia korporasi yang melibatkan elite besar.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Harli Siregar mengungkapkan, pihaknya kini tengah membuat perencanaan penyidikan terkait siapa-siapa yang akan dipanggil sebagai saksi. Termasuk, penyelidikan dan penyitaan lebih lanjut dari informasi yang diperoleh.

"Sekarang sedang diformulasi, dirumuskan, dalam rangka mempercepat proses penyidikan ini," ujarnya. 

Sejalan dengan itu, Kejagung tengah menelusuri aliran dana Rp 692 milyar pinjaman dari BJB untuk Iwan. Mengingat, pemberian kredit ini ditujukan untuk modal kerja. Yang harusnya bisa membantu perusahaan agar tidak mengalami kondisi tidak baik.

"Tetapi kenyataannya kan bahwa yang bersangkutan, ISL justru menggunakan ini untuk hal-hal lain, katakan untuk pembayaran utang. Nah ini sekarang yang sedang didalami oleh penyidik apakah pembayaran utang perusahaan atau uang pribadi," paparnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore