
Transparency International Indonesia, Trend Asia, dan Themis Indonesia mengadukan tujuh komisioner KPU RI ke DKPP RI, Kamis (22/5). (Folly Akbar/Jawapos)
JawaPos.com - Tujuh komisioner dan Sekjen Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI resmi diadukan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) buntut penggunaan Private Jet dalam berdinas selama pemilu 2024 lalu. Aduan dilayangkan oleh tiga organisasi masyarakat sipil. Yakni Transparency International Indonesia, Trend Asia, dan Themis Indonesia.
Peneliti Themis Indonesia Ibnu Syamsu Hidayat menilai, kebijakan KPU menggunakan private jet dinilai tidak bijak dan terkesan foya-foya dalam penggunaan anggaran. Sebab, meski KPU mengklaim private jet digunakan untuk monitoring logistik di daerah yang tidak bisa diakses oleh pesawat komersil, namun dalam jejak penerbangan justru sebagian besar digunakan di kota besar.
"Pemantauan dari tren Asia ditemukan banyak pelintasan yang itu adalah ke kota-kota besar misalkan ke Bali, Makassar," ujarnya di Kantor DKPP RI, Jakarta, Kamis (22/5).
Lebih lanjut lagi, kontrak Private jet yang mencakup 59 perjalanan itu juga berlangsung hingga pasca pemungutan suara. Baginya itu tidak efisien mengingat sengketa justru ada di Mahkamah Konstitusi, Jakarta.
"Yang di daerah-daerah harus ke Jakarta, mereka yang menyamperi ke Jakarta, bukan dari Jakarta yang harus datang ke daerah," imbuhnya.
Manager Riset dan Investigasi Trend Asia, Zakki Amali menambahkan, angka kontrak penggunaan privat jet sebesar Rp 65 miliar dinilai janggal. Dalam hitungannya, perjalanan sebanyak 59 hanya menghabiskan Rp 15 miliar.
Meski KPU sudah klarifikasi hanya Rp 45 miliar, baginya itu masih terlalu besar dari angka riil. "Inilah yang menurut kami KPU sangat tidak transparan dalam menggunakan uang APBN," jelasnya.
Atas dasar itu, pihaknya mendesak DKPP untuk meminta untuk memberhentikan semua komisioner KPU RI.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
