Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Mei 2025 | 23.32 WIB

Munas III LP3KN Digelar di Kemenag, Tekankan Seni Adalah Mitra Agama

Pembukaan Munas III Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) di Kantor Kemenag RI. (Istimewa).


JawaPos.com – Musyawarah Nasional (Munas) III Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) resmi dibuka pada Jumat, 10 Mei 2025 di Auditorium Kementerian Agama RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Pembukaan Munas diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Keuskupan Bogor Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM dan Uskup Sintang Mgr. Valentinus Saeng, CP.

Kedua uskup menekankan pentingnya menjadikan Pesparani sebagai pesta iman yang menyatukan umat Katolik dari seluruh Indonesia dalam semangat persaudaraan. Hal ini sejalan dengan pesan Paus Fransiskus dan semangat Paus Leo XIV yang baru saja terpilih.

Ketua Panitia Munas III LP3KN, Reginal R. Capah mengatakan, seluruh LP3KD dari 38 provinsi hadir secara penuh, termasuk perwakilan dari keuskupan seluruh Indonesia. Selain itu, turut hadir perwakilan dari KWI, Pejabat Bimas Katolik, serta para pengurus LP3KN pusat.

Munas ini menjadi momentum evaluasi dan perencanaan strategis agar Pesparani terus menjadi sarana pertumbuhan iman Katolik yang sekaligus memperkuat kebangsaan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (11/5).

Sementara, Ketua Umum LP3KN, Muliawan Margadana menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Kementerian Agama RI atas dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan ini. Ia juga mengagumi visi besar Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, yang mencetuskan gagasan Kurikulum Berbasis Cinta.

“Kurikulum Berbasis Cinta mencerminkan semangat kebangsaan yang luar biasa. Ini selaras dengan semangat Pesparani yang memadukan iman dan cinta tanah air,” kata Muliawan.

Sementara itu, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar menyampaikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Munas III LP3KN. Ia menekankan pentingnya menjadikan seni sebagai mitra agama, bukan lawannya.

“Jangan pernah mempertentangkan seni dan agama. Seni mempunyai semangat yang sama dengan agama. Malam ini kita menyaksikan sesuatu yang sangat indah,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa Pesparani bukan hanya sebuah ajang seni panggung, melainkan panggung peradaban Indonesia. Menurut Menag, tujuan dari kegiatan seperti Pesparani adalah untuk membangun kehidupan bersama dalam perbedaan tanpa saling mengusik.

“Di sinilah letak kekuatan bangsa kita. Di Indonesia bukan hanya keindahan alam yang luar biasa, tetapi masyarakatnya juga memiliki hati yang indah,” lanjutnya.

Ia juga mengingatkan bahwa seni memiliki kekuatan untuk menyatukan. Maka dari itu, Pesparani harus terus dirawat dan dikembangkan sebagai ruang bersama bagi umat Katolik untuk menunjukkan kontribusi mereka terhadap kebudayaan dan persatuan nasional.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore