
Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo sebelum memasuki Aula Paulus VI. (Postingan Instagram @humaskaj)
JawaPos.com – Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo akan menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia yang berpartisipasi dalam konklaf pemilihan Paus baru di Vatikan. Dengan usia 74 tahun, ia memenuhi syarat sebagai kardinal elektor, yakni para kardinal berusia di bawah 80 tahun yang memiliki hak memilih dalam konklaf.
Lahir di Sedayu, Yogyakarta, pada 9 Juli 1950, Kardinal Suharyo menempuh pendidikan imamat sejak muda. Ia mengawali formasi di Seminari Menengah Mertoyudan, kemudian melanjutkan ke pendidikan filsafat dan teologi di Seminari Tinggi Santo Paulus, Yogyakarta. Ia ditahbiskan sebagai imam pada 26 Januari 1976.
Tak lama setelah itu, Suharyo melanjutkan studi ke Pontificia Universitas Urbaniana di Roma dan berhasil meraih gelar doktor teologi. Sekembalinya ke Indonesia, ia dikenal luas sebagai dosen dan sempat menjabat sebagai rektor seminari tinggi.
Langkahnya menuju kepemimpinan Gereja dimulai ketika diangkat sebagai Uskup Agung Semarang pada 1997 oleh Paus Yohanes Paulus II. Pada 2009, ia dipindahkan ke Keuskupan Agung Jakarta sebagai koajutor, dan resmi menggantikan Kardinal Julius Darmaatmadja sebagai Uskup Agung Jakarta pada 2010. Ia juga dipercaya sebagai Ordinarius Militer Indonesia sejak 2006.
Di tingkat nasional, Kardinal Suharyo memegang peran penting sebagai Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) selama dua periode, dari 2012 hingga 2022. Peran internasionalnya pun tak kalah penting. Ia tergabung dalam Kongregasi untuk Evangelisasi Bangsa-Bangsa dan Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama di Vatikan.
Namanya semakin dikenal dunia ketika Paus Fransiskus mengangkatnya sebagai kardinal pada 1 September 2019. Dalam konsistori yang berlangsung 5 Oktober 2019, ia menerima gelar sebagai Kardinal Imam dari Gereja Spirito Santo alla Ferratella, Roma.
Kini, Kardinal Suharyo akan bergabung dengan para kardinal dari seluruh dunia untuk mengikuti proses konklaf di Kapel Sistina, yang dijadwalkan mulai besok (7/5). Kehadirannya menjadi representasi penting bagi Gereja Katolik di Indonesia dalam menentukan arah baru kepemimpinan Gereja universal.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
