Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Mei 2025 | 18.48 WIB

Profil Kardinal Suharyo, Wakil Indonesia di Konklaf Pemilihan Paus 2025

Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo sebelum memasuki Aula Paulus VI. (Postingan Instagram @humaskaj) - Image

Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo sebelum memasuki Aula Paulus VI. (Postingan Instagram @humaskaj)

JawaPos.com – Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo akan menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia yang berpartisipasi dalam konklaf pemilihan Paus baru di Vatikan. Dengan usia 74 tahun, ia memenuhi syarat sebagai kardinal elektor, yakni para kardinal berusia di bawah 80 tahun yang memiliki hak memilih dalam konklaf.

Lahir di Sedayu, Yogyakarta, pada 9 Juli 1950, Kardinal Suharyo menempuh pendidikan imamat sejak muda. Ia mengawali formasi di Seminari Menengah Mertoyudan, kemudian melanjutkan ke pendidikan filsafat dan teologi di Seminari Tinggi Santo Paulus, Yogyakarta. Ia ditahbiskan sebagai imam pada 26 Januari 1976.

Tak lama setelah itu, Suharyo melanjutkan studi ke Pontificia Universitas Urbaniana di Roma dan berhasil meraih gelar doktor teologi. Sekembalinya ke Indonesia, ia dikenal luas sebagai dosen dan sempat menjabat sebagai rektor seminari tinggi.

Langkahnya menuju kepemimpinan Gereja dimulai ketika diangkat sebagai Uskup Agung Semarang pada 1997 oleh Paus Yohanes Paulus II. Pada 2009, ia dipindahkan ke Keuskupan Agung Jakarta sebagai koajutor, dan resmi menggantikan Kardinal Julius Darmaatmadja sebagai Uskup Agung Jakarta pada 2010. Ia juga dipercaya sebagai Ordinarius Militer Indonesia sejak 2006.

Di tingkat nasional, Kardinal Suharyo memegang peran penting sebagai Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) selama dua periode, dari 2012 hingga 2022. Peran internasionalnya pun tak kalah penting. Ia tergabung dalam Kongregasi untuk Evangelisasi Bangsa-Bangsa dan Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama di Vatikan.

Namanya semakin dikenal dunia ketika Paus Fransiskus mengangkatnya sebagai kardinal pada 1 September 2019. Dalam konsistori yang berlangsung 5 Oktober 2019, ia menerima gelar sebagai Kardinal Imam dari Gereja Spirito Santo alla Ferratella, Roma.

Kini, Kardinal Suharyo akan bergabung dengan para kardinal dari seluruh dunia untuk mengikuti proses konklaf di Kapel Sistina, yang dijadwalkan mulai besok (7/5). Kehadirannya menjadi representasi penting bagi Gereja Katolik di Indonesia dalam menentukan arah baru kepemimpinan Gereja universal.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore