Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 Mei 2025 | 14.38 WIB

Dedi Mulyadi Banggakan Program Pelajar Masuk Barak, Bikin Siswa Betah Tinggal di Asrama TNI

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyapa warga di Apresiasi Budaya Jawa Barat " Abdi Nagri Nganjang ka Warga" di Lapangan Pandapa Paramarta, Kuningan, Jawa Barat, Jumat (2/5/2025). (Tim Media KDM) - Image

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyapa warga di Apresiasi Budaya Jawa Barat " Abdi Nagri Nganjang ka Warga" di Lapangan Pandapa Paramarta, Kuningan, Jawa Barat, Jumat (2/5/2025). (Tim Media KDM)

JawaPos.com - Pekan lalu Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi resmi meluncurkan program Pendidikan Karakter, Disiplin, dan Bela Negara Kekhususan. Dia mengirim 120 pelajar SMP dan SMA ke barak militer. Belakangan Dedi Mulyadi membanggakan program tersebut dan menyampaikan bahwa para siswa betah tinggal di asrama TNI. 

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana sudah menyampaikan bahwa sejauh ini ada dua markas Angkatan Darat yang digunakan. Yakni Rindam III/Siliwangi dan Resimen Armed 1 Kostrad. Di lokasi pertama ada 80 pelajar yang masuk dalam program tersebut. Sementara di lokasi kedua ada 40 orang siswa. 

”Untuk yang menjalani pendidikan di Rindam III/Siliwangi telah terdata kurang lebih 80 orang siswa. Sedangkan yang menjalani pendidikan di Resimen Armed 1 Purwakarta terdaftar  sejumlah 40 orang siswa,” kata dia saat diwawancarai oleh JawaPos.com, beberapa waktu lalu. 

Wahyu menegaskan, program itu bukan pendidikan militer atau pendidikan alat militer. Anak-anak SMP dan SMA yang dikirim ke barak TNI oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dibina agar memiliki karakter yang kuat. Karena itu, pembinaannya juga mengedepankan pendidikan karakter. Tidak hanya prajurit TNI, beberapa tenaga pendidik berasal dari luar. 

”Tenaga pendidik berasal dari unsur TNI AD, Polri, dinas pendidikan, dinas kesehatan, Lembaga Perlindungan Anak (LPA), serta tenaga pendidik sesuai bidang masing-masing,” terang dia. 

Jenderal bintang satu TNI AD menyampaikan bahwa seluruh siswa juga diajari materi-materi yang umum diberikan dan dilakukan di lingkungan sekolah seperti belajar di kelas secara normal, bimbingan dan penyuluhan atau bimbingan konseling, latihan baris berbaris, kedisiplinan, motivasi,  penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, penyuluhan bahaya narkoba, dan games. 

”Tujuan dari pendidikan karakter ini adalah untuk membina generasi bangsa yang terdiri dari siswa - siswi SLTP dan SLTA atau sederajat yang memiliki permasalahan kepribadian maupun perilaku menyimpang dan bukan yang berurusan dengan suatu tindak pidana,” jelasnya. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore