
Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho meninjau lokasi pembangunan Kantor Induk PJR (Patroli Jalan Raya) di exit Tol Banyudono Boyolali. (Istimewa).
JawaPos.com - Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho meninjau lokasi pembangunan Kantor Induk PJR (Patroli Jalan Raya) di exit Tol Banyudono Boyolali. Pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum di jalan Tol, khususnya di ruas Tol Solo-Yogyakarta.
Agus menyampaikan, kolaborasi ini sangat penting, terutama dalam konteks pembangunan infrastruktur seperti Kantor Induk PJR dan pengelolaan lalu lintas jalan tol. Langkah ini diharapkan bisa meningkatkan keselamatan, kelancaran arus kendaraan, dan pelayanan bagi pengguna jalan.
Agus menuturkan, kantor induk PJR berfungsi sebagai pos pantau yang strategis untuk memantau arus lalu lintas secara real-time, terutama di jalur-jalur rawan kecelakaan atau kemacetan. Dengan adanya petugas yang siaga di kantor induk PJR, respon terhadap insiden lalu lintas seperti kecelakaan, kendaraan mogok, atau pelanggaran lalu lintas bisa dilakukan dengan cepat.
"Kantor induk PJR menunjukan kehadiran fisik polisi yang dapat memberikan efek jera terhadap pelanggar lalu lintas dan meningkatkan rasa aman bagi pengguna jalan", kata Agus, Senin (21/4).
Kantor induk ini akan dilengkapi dengan sistem komunikasi yang terhubung ke pusat kendali, sehingga memudahkan koordinasi antarpos atau dengan instansi terkait. Kantor induk PJR juga berfungsi sebagai tempat istirahat, evaluasi, dan rotasi petugas, memastikan bahwa mereka tetap bugar dan siap menjalankan tugas secara maksimal.
Dikatakan, petugas di kantor induk dapat memberikan informasi kepada masyarakat, seperti kondisi lalu lintas, rute alternatif, atau bantuan bagi pengguna jalan yang mengalami kendala.
Perlu diketahui, jalur Tol Solo–Yogyakarta yang sudah fungsional dari Banyudono (Boyolali) ke Tamanmartani (Kalasan, Sleman) mencakup beberapa segmen. Total ruas fungsional: ±36,6 Km. Yakni, Banyudono – Kartasura ±4 km
(Ruas awal dari Boyolali ke pintu masuk tol Kartasura). Kemudian, Kartasura – Prambanan ±25,9 Km. Kartasura – Klaten ±22,3 Km. Klaten – Prambanan ±3,6 km. Prambanan – Tamanmartani ±6,7 km (Ruas fungsional yang sempat dibuka saat mudik Lebaran 2025).

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
