Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 April 2025 | 20.15 WIB

Titik Nol Kilometer Sabang di Pulau Weh Aceh jadi Jalur Migrasi Burung Lintas Benua, Pemerintah Diminta Jaga Kelestariannya

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni berdiskusi dengan warga saat kunjungan kerja ke Titik Nol Sabang (9/4). (Humas Kemenhut)  - Image

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni berdiskusi dengan warga saat kunjungan kerja ke Titik Nol Sabang (9/4). (Humas Kemenhut) 

JawaPos.com - Setiap tahun di bulan-bulan tertentu, sekelompok burung melakukan migrasi secara massal. Indonesia yang berada di persimpangan bumi bagian selatan dan utara, menjadi salah satu rute migrasi tersebut.

Pemerintah diminta untuk menjaga kelestarian ekosistem di rute migrasi burung-burung tersebut serta tetap mempromosikannya untuk kepentingan eduwisata. 

Salah satu daerah di Indonesia yang jadi rute migrasi burung adalah Titik Nol Sabang di Pulau Weh, Aceh.

Setidaknya ada 33 jenis burung yang rutin bermigrasi dan melewati Aceh. Salah satunya adalah spesies burung paruh sendok (spoonbills) yang kini tercatat tersisa 500 ekor di dunia. 

Keberadaan Titik Nol Sabang yang menjadi rute migrasi burung itu menjadi perhatian Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni. Dia menjelaskan bahwa titik nol kilometer Sabang tidak hanya terkenal dengan keindahan bahari atau bawah laut.

Pada bulan-bulan tertentu, wilayah Sabang juga menjadi tempat burung-burung yang bermigrasi ketika musim dingin, seperti Elang Laut, Burung Kuntul, hingga Bangau. 

"Ini tempat yang ikonik. Bukan hanya ikonik buat Aceh saja, tapi ikonik buat negeri ini, sangat penting bagi negeri ini secara historis," katanya saat berkunjung ke Titik Nol Sabang pada Rabu (9/4). 

Sebagai informasi, titik nol kilometer Sabang sering disebut penanda geografis ujung Barat Indonesia.

Ditandai dengan tugu titik nol yang berdiri di atas tebing dan menghadap langsung ke Samudra Hindia. Secara resmi Titik Nol Sabang bernama Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Weh

Di tempat yang sama, Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto mengaku senang dapat berkunjung ke titik nol kilometer Sabang di Aceh. 

"Kunjungan kerja reses komisi IV, saya senang sekali dapat menginjakkan kaki di Titik Nol untuk pertama kalinya. Senang sekali bisa berada di sini melihat tugu yang fenomenal, mudah-mudahan bisa kembali ke sini dengan wajah yang lebih bagus lagi," ujar Titiek. 

Titiek lantas menyoroti terkait waktu migrasi burung-burung yang melintasi wilayah Indonesia. Menurut dia, hal ini perlu dipromosikan lantaran menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

"Bagaimana ternyata (Sabang) sebagai tempat singgah dari migrasi burung-burung. Kemarin kita lihatnya di National Geographic saja. Ternyata itu dia mampirnya di negeri kita," katanya.

Titiek mengatakan, fenomena yang langka itu harus dipromosikan. "Kapan dia mampirnya itu kan rutin. Nah, pada saat itu dipromosikan supaya (wisatawan) bisa ke sini," tuturnya. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore