
Ilustrasi pekerja media. (Pexels)
JawaPos.com–Hari Pers Nasional jatuh pada Minggu (9/2). Reportase, baik yang bersifat jurnalisme sumber utama untuk mendapat informasi.
Beberapa tahun terakhir kegiatan reportase dan keselamatan para jurnalis sering terancam ketika sedang meliput. Contohnya yang bertugas di Ukraina serta Palestina. Sementara di Indonesia, masih terngiang berita wartawan Sempurna Pasaribu yang rumahnya dibakar hingga menewaskan dirinya sekeluarga pada 27 Juni 2024.
Kebebasan berpendapat diperbolehkan bagi siapa saja asal mematuhi ketentuan dan batasan sesuai undang-undang. Dikutip dari Liberties, pentingnya hak suara serta adanya publikasi dari pers dan rakyat mempunyai beberapa alasan.
Masyarakat dan atau kelompok membutuhkan akses terhadap informasi yang benar dan akurat dalam berbagai topik agar dapat memenuhi kebutuhan bersama sebagai sebuah komunitas sosial. Akses terhadap kebenaran tersebut hanya ada apabila para anggota merasa aman untuk menyatakan isu dan permasalahan yang sedang terjadi. Hal ini mempermudah menyelesaikan masalah sistemik dari dalam dan menghindari penyalahgunaan kekuasaan.
Dalam memilih pemimpin, seseorang akan menilai berdasar perilaku mereka ketika berkuasa dan apakah mereka menepati janjinya atau tidak. Laporan sosial ini merupakan tugas mulia dari sipil dan media pers. Tetapi, hal ini tergantung apakah pendapatnya mengandung fitnah atau tidak.
Kebebasan bersuara mendorong masyarakat untuk berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat, sebagaimana dalam pasal 28E ayat 3 UUD Tahun 1945, serta melatih mereka untuk mempengaruhi keputusan publik lewat menghadiri protes atau demo dan partisipasi kampanye.
Hal ini mempersilakan mereka untuk memprotes aturan yang merugikan atau mendorong penguasa untuk memperhatikan sebuah isu dengan lebih baik.
Dalam masyarakat demokratis, semua orang harus dihargai dan diperlakukan setara. Meskipun begitu, kaum minoritas seringkali termarjinalisasi atau dipinggirkan demi keputusan yang menguntungkan mayoritas.
Adanya kebebasan bersuara memberikan peluang bagi anggota kelompok minoritas tersebut untuk berkampanye meraih dukungan publik dan mengakhiri ketidaksetaraan hak asasi.
Semua orang menginginkan kehidupan bermasyarakat dan bersosial yang lebih baik. Untuk mencapai kesejahteraan tersebut, maka kebebasan berpendapat dan berekspresi harus didukung. Otoritas yang menekan kritik menghalangi publik untuk membuat keputusan yang sadar.
Penghalangan atau ketidakjelasan informasi tersebut akan membuat keadaan semakin menumpuk dan memburuk, menghambat progres penyelesaian dan pencarian solusi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
