
Aksi demo pegawai Kemdikti Saintek di kantor kementerian pada Senin (20/1). (Zalzilatu Hikmia/Jawa Pos)
JawaPos.com – Belum juga seratus hari masa kerja, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Saintek Satryo Soemantri Brodjonegoro sudah didemo ratusan pegawai di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek).
Aksi unjuk rasa itu buntut dari sikap Mendikti Saintek yang diduga sewenang-wenang hingga suka tampar bawahan. Setidaknya, ada sekitar 235 pegawai yang ikut dalam aksi demo di depan kantor Kemendikti Saintek pada Senin (20/1) pagi.
Mereka datang berpakaian hitam sambil menggelar spanduk panjang dengan tulisan: Kami ASN Dibayar Oleh Negara, Bekerja Untuk Negara, Bukan Babu Keluarga. Ada pula spanduk lainnya bertuliskan: Pak Presiden, Selamatkan Kami dari Menteri Pemarah, Suka Main Tampar, dan Main Pecat.
Tak hanya itu, sejumlah karangan bunga sebagai ucapan bela sungkawa pun banyak dikirim ke lobby Kemendikti Saintek.
Sejumlah yel-yel dan orasi menentang aksi dan sikap Satryo yang arogan terus digaungkan sepanjang aksi. Orasi sempat terjeda ketika tiba-tiba mobil berpelat nomor RI 25 diketahui tengah terparkir di parkiran lantai 2 Dikti. Mendikti Saintek diketahui ternyata menggunakan pintu di area parkiran untuk meninggalkan kantor.
Sontak para pegawai yang tengah demo menghampiri mobil tersebut. Mereka mencoba menghadang mobil yang dikendarai Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) itu dan memintanya turun. Sayang, hal itu tak digubris. Dengan dibantu pegawai keamanan, mobil kemudian melaju keluar area kementerian.
Aksi demo pegawai Kemdikti Saintek di kantor kementerian pada Senin (20/1). (Zalzilatu Hikmia/Jawa Pos)
Ketua Paguyuban Pegawai Dikti Suwitno mengungkapkan, permasalahan di lingkungan Kemendikti Saintek ini bukan baru terjadi. Kasus sudah mulai muncul sejak adanya pergantian pejabat baru usai dilantiknya Satryo sebagai Mendikti Saintek.
Dia menyebut, ada pejabat tinggi seperti direktur yang dicopot dari jabatannya dengan tidak fair. “Kalau soal pergantian jabatan pimpinan itu hal yang biasa. Tapi ini dengan cara-cara yang tidak elegan, cara-cara tidak fair, cara-cara juga tidak sesuai prosedur,” ujar Suwitno di Kantor Kemendikti Saintek, Jakarta, Senin (20/1).
Permasalah ini kian runyam setelah salah satu pegawai Neni Herlina juga dipecat sepihak oleh Satryo. Neni yang bertugas dalam pelayanan untuk rumah tangga kementerian tiba-tiba dipecat sepihak. Diduga ada kesalahpahaman dalam langkah tugas yang kemudian menjadi fitnah. Neni dituding menerima sesuatu padahal dia tidak melakukannya.
“Kalau pegawai melakukan kesalahan, itu kan bisa ditindaklanjuti dengan penjatuhan hukuman disiplin. Tapi harus jelas prosedurnya. Ini tidak dilakukan sama sekali. Bahkan diusir dan diberhentikan katanya, diminta angkat kaki saat itu juga,” jelasnya.
Merasa ada yang tidak sesuai dengan kondisi ini, para pegawai di lingkungan Kemendikti Saintek kemudian mengambil sikap. Mereka bergerak untuk meminta penjelasan dan menuntut agar tak ada lagi kesewenang-wenangan.
“Terutama adalah kepada Bapak Presiden yang sebenarnya mengangkat dan menunjuk beliau sebagai Menteri. Nah, kalau sudah seperti ini, apakah mau dilanjutkan atau tidak? Seorang pejabat itu yang harusnya memang menjadi contoh, apalagi di pendidikan tinggi,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Neni Herlina menilai pemecatannya itu sangat tidak adil dan tidak manusiawi. Pasalnya tak ada SK pemecatan atau pun pemberitahuan apapun. Semua disampaikan secara spontan di depan para staf hingga anak magang. “Itu sangat mempermalukan saya kan,” ungkapnya.
Neni menjelaskan, permasalahan dia dan Mendikti Saintek bermula dari meja yang harus diletakkan di ruang kerja sang menteri. yang mana ternyata, dianggap tidak sesuai oleh istri sang menteri.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
