
Seorang tenaga kesehatan menerima suntikan dosis ketiga vaksin COVID-19 sebagai booster di RSCM Jakarta, Ahad (18/7/2021), perlindungan dari risiko tertular. (ANTARA/Humas Kemenkes)
JawaPos.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan sebanyak 34 persen tenaga kesehatan di Indonesia telah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster. Menurut Budi, 34 persen nakes yang sudah disuntik vaksin Covis-19 dosis ketiga setara dengan 450.000 nakes.
"Sampai hari ini cukup cepat dalam dua minggu terakhir mengenai suntikan para nakes, sudah kurang lebih 34 persen SDM kesehatan atau hampir 450.000. Saya lihat per tadi pagi sudah disuntik," ujar Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Rabu (25/8).
Mantan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut juga menjabarkan daerah paling tinggi tenaga kesehatan yang menerima booster. Pertama adalah provinsi Bali, kedua Kepulauan Riau, ketiga Kalimantan Tengah, keempat Kalimantan Barat, kelima Jawa Timur, dan keenam DKI Jakarta.
Budi menuturkan, saat ini tenaga kesehatan sudah banyak yang bersedia divaksin dosis ketiga Covid-19. Meski vaksin tersebut berbeda dengan vaksin dosis pertama dan kedua.
"Pada saat pertama kali kita belum bisa menerima full dari para nakes karena takut ada dampak, karena itu mixing. Sekarang penerimaannya sudah jauh lebih tinggi," kata Menkes Budi.
Budi menambahkan, mengenai tenaga kesehatan yang tidak nyaman dengan jenis vaksin berbeda, bisa mendapatkan vaksin dosis ketiga yang sama dengan vaksin dosis pertama dan kedua. "Informasi bagi para bapak ibu, para nakes yang suntik ketiganya tidak nyaman dengan platform berbeda, kita buka opsi suntik ketiga boosternya dengan platform yang sama," ungkapnya.
Selain itu, Budi juga mengaku telah menyusun protokol kesehatan dengan beberapa asosiasi untuk tetap waspada terhadap Covid-19. Hal ini lantaran mobilitas masyarakat akan dilonggarkan.
"Untuk mulai menyusun protokol kesehatan berbasis teknologi informasi ada aplikasi PeduliLindungi yang dipakai nasional untuk menjaga implementasi prokes," ungkapnya.
Budi menuturkan, nantinya protokol kesehatan bisa diterapkan di sektor perdagangan, baik modern dan tradisional. Lalu sektor transportasi, sektor kerja industri atau perkantoran, dan di bidang pariwisata seperti konser musik, restoran, dan lainnya. Selain itu, penerapan di sektor pendidikan, dan prokes di acara keagamaan.
"Itu akan disusun prokes berbasis teknologi informasi memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi. Sehingga kita bisa membangun hidup bersama epidemi dengan menyeimbangkan antara sisi kesehatan dengan sisi aktivitas ekonominya," terang Budi.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
