Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 Desember 2024 | 20.33 WIB

Kementerian PKP Pastikan Pembangunan Huntap untuk Korban Bencana Gempa di Palu Rampung Seluruhnya

Kementrian PKP tetap atau Huntap untuk korban bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Palu Sulawesi Tengah. (Ist) - Image

Kementrian PKP tetap atau Huntap untuk korban bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Palu Sulawesi Tengah. (Ist)

 
JawaPos.com - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memastikan seluruh pembangunan hunian tetap atau Huntap untuk korban bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Palu Sulawesi Tengah telah rampung dilakukan oleh Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sulawesi II.
 
Direktur Jenderal Perumahan Iwan Suprijanto berharap sebanyak 5.598 unit Huntap bisa segera dihuni oleh para warga penyintas bencana yang sangat membutuhkan, mengingat mereka telah kehilangan harta benda bahkan nyawa keluarganya.
 
“Pemerintah ingin para penyintas bencana alam bisa segera menghuni Huntap," kata Iwan Suprijanto dalam keterangannya, Minggu (15/12).
 
 
Pada saat yang sama, Kepala BP2P Sulawesi II Bakhtiar mengatakan, dari target 5.598 unit Huntap yang dibangun oleh Kementerian PUPR saat itu sejak tahun 2020 hingga 2024, kini seluruhnya telah terbangun. Dengan rincian sebanyak 2.991 unit di Kota Palu, 1.238 unit di Kabupaten Sigi, dan 1.369 unit di Kabupaten Donggala.
 
Bachtiar menerangkan bahwa dari total Huntap yang sudah terbangun, sebanyak 5.499 unit telah dilakukan serah terima kunci kepada Warge Terdampak Bencana (WTB) dan sebanyak 4.862 unit diantaranya telah dihuni. 
 
"Sementara itu, sebanyak 1.679 unit Huntap yang masuk dalam paket 1A dan 1B yang tersebar di Kota Palu, Kab. Sigi, dan Kab. Donggala asetnya telah diserahkan ke pemda masing-masing. Untuk sisanya, tengah dilakukan proses kelengkapan berkas serah terima asetnya di Sesditjen Perumahan," jelas Bakhtiar.
 
Sementara itu, Wamen PU Diana memastikan, kawasan permukiman Huntap yang dibangun meliputi rumah RISHA, jalan & drainase lingkungan, PJU, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat 8 (SPALDT), infrastruktur persampahan, RTH, serta kolam retensi.
 
“Prasarana tersebut dibangun dengan memenuhi persyaratan Standar Bangunan Tahan Gempa dan Universal Access dengan berorientasi pada aspek lingkungan," pungkas Diana.
 
 
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore