Prajurit TNI tampil di acara puncak HUT ke-79 TNI dengan menggunakan SPS-1 Anti Drone Pembunuh UAV dan Rantis Maung buatan PT Pindad. (PT. Pindad)
JawaPos.com - Untuk kali kedua, PT Pindad menunjukkan senjata baru yang mereka kembangkan dan produksi di dalam negeri. Yakni Pindad Senapan Anti-Drone SPS-1. Senjata anti drone yang diluncurkan bertepatan dengan HUT ke-79 Republik Indonesia itu tampil dalam acara puncak peringatan HUT ke-79 TNI pada 5 Oktober lalu.
”Pada tahun ini, PT Pindad memperkenalkan produk kendaraan Maung MV3 Mobile Jammer 4x4 dan Senjata Anti Drone SPS-1 pada demonstrasi pengamanan tamu VVIP dan operasi anti drone TNI,” tulis PT Pindad dalam keterangan resmi yang diterima oleh JawaPos.com.
SPS-1 merupakan singkatan dari Senjata Pelumpuh Senyap Seri 1. PT Pindad mengembangkan senapan anti drone itu untuk merespons perkembangan zaman dan memenuhi kebutuhan TNI. Saat ini, drone menjadi salah satu alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang kerap dipakai dalam berbagai operasi militer. Karena itu, TNI harus punya penangkal dan penghancur drone.
Pindad Senapan Anti-Drone SPS-1 menjadi jawabannya. Dengan spesifikasi dan kecanggihannya, senjata tersebut bisa diandalkan oleh TNI untuk melumpuhkan drone musuh dari jarak dekat maupun jarak jauh. Pindad juga merancang SPS-1 anti drone untuk lebih efisien dan lebih mudah saat digunakan oleh TNI dalam medan tugas.
”SPS-1 adalah produk senjata terbaru pengembangan PT Pindad dengan kemampuan menonaktifkan drone pada jarak 500 meter dan dapat menghancurkan drone pada jarak 150 meter,” terang PT Pindad.
Senjata yang dibuat dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) optimal itu menjadi produk pertama di dunia yang mampu mengintegrasikan senjata soft skill atau anti drone dan hard kill atau senjata api. Pindad Senapan Anti-Drone SPS-1 dipastikan seratus persen dikembangkan di dalam negeri oleh tangan-tangan terampil anak bangsa.
Dalam keterangan yang disampaikan oleh PT Pindad di laman resmi mereka, SPS-1 merupakan senjata pelumpuh drone yang dioperasikan oleh seorang personel. Senjata canggih buatan dalam negeri itu cocok digunakan untuk kebutuhan mobilitas tinggi. Tidak hanya itu, kecanggihan SPS-1 anti drone juga ada pada sumber tenaga yang digunakan, tenaga baterai yang tidak bergantung pada power system static.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
