
Photo
JawaPos.com - Mandiri Tunas Finance (MTF) sebagai salah satu perusahaan pembiayaan anak bangsa, sudah berhasil melewati berbagai tantangan dan rintangan hingga mencetak rekor kinerja tertinggi pada tahun 2023.
Tantangan besar dihadapi pada tahun 2020 saat COVID-19 melanda Indonesia, bisnis MTF sangat berdampak dimana penjualan maupun laba mengalami penurunan signifikan terlebih dengan adanya kebijakan restrukturisasi.
Namun, show must go on, Manajemen MTF menjalankan kebijakan-kebijakan yang membuat MTF tetap kokoh berdiri.
Selain itu, MTF mulai membuka diri terhadap peluang bisnis baru yang masih bisa diraih sehingga penjualan dapat tetap tumbuh. Salah satu strategi yang diambil Manajemen yaitu mengalihfungsikan karyawan ke bidang yang membutuhkan support lebih besar sehingga tidak perlu untuk PHK karyawan.
Dalam kondisi sulit ini, MTF bahkan tidak pernah melakukan PHK karyawan maupun pemotongan gaji, hal tersebut bermaksud untuk mendorong karyawan untuk semangat berinovasi menciptakan berbagai macam project.
Upaya-upaya tersebut membuahkan hasil, pada tahun 2021 MTF berhasil back on track dan kembali bertekad menjadi perusahaan pembiayaan terdepan dengan berbagai strategi untuk mewujudkan business excellence, operational excellence maupun service excellence.
MTF mencatatkan kinerja cemerlang sepanjang tahun 2021 dengan berhasil menumbuhkan nilai asset perusahaan menjadi Rp 18,7 Triliun, laba pun tercatat melesat sebesar Rp 245 Miliar (YoY), lending melesat sebesar Rp 20,6 Triliun serta kualitas semakin baik dengan NPL kelola gross sebesar 0,97%.
Tak henti sampai disitu, pada tahun 2022 kinerja MTF semakin melesat dengan kenaikan laba 3 kali lipat yaitu sebesar 750 Milyar, lending menjadi sebesar Rp 27,8 Triliun serta angka non performing loan (NPL) yang semakin membaik 0,71%. Pencapaian MTF di tahun 2022 tak lepas dari beberapa strategi diantaranya optimalisasi bisnis captive market melalui peningkatan kolaborasi Mandiri Group, akselerasi bisnis berbasis dealership serta diversifikasi bisnis dan optimalisasi database.
Tidak hanya itu, pada tahun 2022 MTF berhasil menciptakan aplikasi MTF 1 Access dengan tujuan sebagai media informasi dan komunikasi yang memudahkan dealer rekanan MTF serta proses pengajuan kredit semakin Fast & Easy.
Pada tahun 2023, MTF mencatatkan rekor sepanjang sejarah dengan laba bersih senilai Rp1,161 Triliun dimana tumbuh 54,77% (YoY) berhasil menyalurkan nilai pembiayaan hingga mencapai Rp32,697 Triliun dan kualitas pembiayaan (NPL) semakin baik pada posisi 0,70%.
Kinerja tersebut mendapatkan apresiasi dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai induk Perusahaan dimana MTF dinobatkan sebagai The Most Profitable Subsidiaries of The Year.
Baca Juga: Mandiri Tunas Finance Targetkan Pembiayaan Tembus Rp 24 T Tahun 2022
Selain itu, MTF memiliki terobosan inovasi dengan menghadirkan layanan MTF Digital Service yang dapat diakses oleh pelanggan melalui Digital Service Point dan Aplikasi Mobile. Digital service dilengkapi dengan vending machine document yang dapat digunakan pelanggan untuk melakukan pengambilan BPKB yang semakin cepat dan mudah.
Industri multifinance mengalami tantangan pada tahun 2024, dimana penjualan otomotif secara ritel nasional mengalami penurunan. Namun MTF justru mencetak pertumbuhan penjualan sebesar 17,6% sepanjang semester
I–2024.
Tantangan lainnya yaitu rasio Non Performing Financing (NPF) nasional mengalami peningkatan, namun dalam kondisi tersebut MTF justru berhasil menjaga kualitas dengan baik dimana NPF masih terjaga sebesar 0,95 disaat kondisi NPF nasional sebesar 2,80%.
Atas keberhasilan MTF mempertahankan kinerja cemerlangnya, MTF berhasil mendapatkan berbagai penghargaan, salah satunya penghargaan Jawa Pos 7 Most Populer Brand of the Year 2024 untuk Kategori Multifinance.
Penghargaan ini merupakan pembuktian bahwa brand-brand Indonesia mampu mengukir prestasi baik di kancah nasional regional maupun internasional. Para pemenang merupakan pilihan masyarakat Indonesia yang ditentukan berdasar parameter top of mind awareness para responden.
Dari hasil survei, terpilihlah 420 merek dari 387 perusahaan sebagai pemenang dalam 60 kategori sektor yang berbeda, dengan masing-masing kategori memiliki 7 pemenang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
