Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 September 2024 | 01.59 WIB

Selalu Dikenakan Paus Fransiskus, Apa itu Zucchetto, yang Digunakan Sebagai Penutup Kepala Rohaniwan Katolik?  

Pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus menyapa para  pemuda dari Scholas Occurrentes Indonesia di Graha Pemuda Komplek Gereja Katedral, Jakarta, Rabu (4/9/2024). Scholas Occurrentes adalah Gerakan Pendidikan Global yang diinisiasi oleh Paus Fransisk - Image

Pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus menyapa para pemuda dari Scholas Occurrentes Indonesia di Graha Pemuda Komplek Gereja Katedral, Jakarta, Rabu (4/9/2024). Scholas Occurrentes adalah Gerakan Pendidikan Global yang diinisiasi oleh Paus Fransisk

JawaPos.com – Sosok Paus Fransiskus terus menarik perhatian sejak kedatangannya di Indonesia. Kesederhanaannya menjadi magnet besar yang membuat dirinya terus disorot. Di sisi lain, penutup kepala yang terus dikenakan oleh Bapa Suci juga turut menarik perhatian. 

Penutup kepala berwarna putih yang dikenakan Paus Fransiskus itu ternyata dikenal dengan sebutan zucchetto. Ia berasal dari bahasa Italia, yang berarti "labu manis kecil". 

Zucchetto adalah penutup kepala yang dikenakan tak hanya oleh Paus Fransiskus, tetapi juga oleh para rohaniwan Gereja Katolik Roma dan banyak rohaniwan Katolik di seluruh dunia.

Menurut sejarahnya, zucchetto kali pertama dipakai untuk melindungi bagian kepala rohaniwan yang sengaja dipangkas habis untuk alasan religius, dari keadaan gereja yang dingin dan lembap.

Zucchetto terdiri atas delapan panel yang dijahit bersama, dengan sepotong untaian tali di atasnya. Namanya mungkin lahir karena kemiripannya dengan potongan separo buah labu. Atau berasal dari kenyataan bahwa benda ini menutup ’labu’ yang lebih besar, yakni kepala manusia.

Semua anggota Gereja Katolik Roma atau saat ini di seluruh dunia yang telah ditahbiskan berhak mengenakan zucchetto.

Warna zucchetto ini juga tidak sembarangan. Ia menunjukkan tingkatan posisi pemakainya. Zucchetto Sri Paus berwarna putih, kardinal berwarna merah, sementara uskup dan jabatan setingkatnya (kepala biara teritorial maupun prelatur teritorial) berwarna merah crimson.

Sedangkan para imam dan diakon mengenakan zucchetto berwarna hitam walau penggunannya di kalangan para imam sangatlah jarang, kecuali di kalangan imam pemimpin biara. Bahkan lebih jarang lagi di kalangan para diakon. 

Sepotong kain mirip zucchetto berwarna coklat dan penutup kepala yang mirip berwarna hitam kadang-kadang dikenakan oleh para biarawan Fransiskan dan Benediktin.

Tetapi hal ini biasanya lebih merupakan penutup kepala yang penting untuk menghangatkan kepala daripada hanya sebagai perlengkapan upacara.

Editor: Bayu Putra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore