
Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar dalam seminar nasional Agama dan Kemanusiaan di Unika Atma Jaya (28/8). (Hilmi Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com – Pemimpin besar gereja Katolik sedunia Paus Fransiskus akan berkunjung ke Indonesia pekan depan. Kehadiran Paus dengan nama lahir Jorge Mario Bergoglio itu tidak hanya diaambut antusias umat Katolik saja.
Imam Besar Masjid Istiqal Prof Nasaruddin Umar juga menyampaikan rasa antusias untuk menyambut kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia.
Menurut jadwal yang sudah ditetapkan, salah satu agenda Paus Fransiskus di Indonesia adalah berkunjung ke Masjid Istiqlal.
Paus Fransiskus dijadwalkan hadir di Masjid Istiqlal pada Senin (5/9) mendatang. Paus kelahiran 17 Desember 1936 itu akan mengikuti kegiatan pertemuan antaragama di Masjid Istiqlal.
Nasaruddin mengatakan, Istiqlal siap menyambut keadatangan Paus Fransiskus. "Nanti akan ada penandatanganan (dokumen) di Istiqlal," kata Nasaruddin dalam Seminar Nasional Agama dan Kemanusiaan di Unika Atma Jaya pada Rabu (28/8). Seminar nasional itu juga digelar dalam rangka menyambut kunjungan Paus Fransiskus di Jakarta.
Dalam kesempatan itu, Nasaruddin menyampaikan kedekatannya dengan gereja Katolik. Dia mengaku bersyukur bisa bertetangga dengan gereja Katolik.
Seperti diketahui, lokasi Masjid Istiqlal hanya dipisah jalan dengan Gereja Katedral Jakarta. Bahkan, saat ini antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral dihubungkan dengan tunnel atau lorong bawah tanah.
"Saya seminggu saja tidak ketemu dengan sahabat-sahabat Katolik (di Katedral) seperti ada yang hilang," kata mantan Wakil Menteri Agama itu.
Dia mengatakan, jika punya kuasa, ingin menyatukan Istiqlal dan Katedral dalam satu pelataran. Tanpa disekat atau dipisahkan jalan seperti sekarang. Namun, saat ini dia bersyukur sudah ada lorong penghubung antara Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral.
Seminar Nasional itu juga diisi dengan diskusi, yang salah satu panelisnya adalah cendekiawan kebhinekaan Sukidi Mulyadi. Kader Muhammadiyah itu mengatakan kehadiran Paus Fransiskus ke Indonesia menggambarkan upaya memperkokoh tali persaudaraan.
"Supata kita tidak tercerai berai," katanya. Sukidi mengatakan bahwa perbedaan adalah kehendak Tuhan. Kehendak Tuhan itu, tidak bisa dilawan oleh manusia.
Makna kedua dari kunjungan Paus Fransiskus adalah membawa pesan supaya manusia bisa mengenal satu sama lain. Baginya Paus Fransiskus memberikan keteladanan untuk mengenal semuanya. "Mengenal yang berbeda agama, etnis, suku, dan lainnya," lanjut Sukidi.
Bagi Sukidi, Paus Fransiskus melihat kita semua sebagai manusia yang mempunyai harkat dan martabat yang sama. Jadi kedatangan Paus Fransiskus membawa pesan kehormatan unat manusia adalah sama.
"Paus Fransiskus bilang, sekali anda menginjak-injak kehormatan orang lain, maka menginjak kehormatan sendiri," pungkasnya.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
