Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Agustus 2024 | 00.24 WIB

Memahami Metode Rukyat dan Hisab dalam Menentukan Bulan Hijriah

Petugas falakiyah melakukan ru

JawaPos.com - Rukyat dan Hisab adalah metode dalam Islam untuk menentukan awal bulan Qamariyah atau Hijriah. Penggunaan metode rukyat dan hisab paling utama digunakan saat menentukan awal bulan Syawal, Ramadhan, dan Dzulhijjah. 

Melansir dari NU Online, hisab menjadi salah satu dasar penentuan bulan baru dalam tahun Qamariyah. Hisab merupakan metode falak hitungan numerik-matematik yang digunakan untuk menetapkan awal bulan Hijriyah tanpa verifikasi faktual atau rukyah hilal. Metode falak ini bermakna sebagai hipotesis verifikatif yang belum konklusif. 

Sementara itu, rukyatul hilal merupakan observasi terhadap hilal. Hilal merupakan lengkungan bulan sabit paling tipis yang berkedudukan pada ketinggian rendah di atas ufuk barat pasca matahari terbenam (ghurub) dan bisa diamati.

Adanya perbedaan dalam hal ini menurut Ibn Rusyd adalah karena masyarakat memiliki perbedaan dalam memahami hadist Nabi Muhammad SAW yang berbunyi,

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ قَالَ قَالَ أَبُو الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ 

Artinya: “Berpuasalah kalian dengan melihatnya (hilal) dan berbukalah dengan melihatnya pula. Apabila kalian terhalang oleh awan (mendung), maka sempurnakanlah jumlah bilangan hari bulan Syaban menjadi tiga puluh.” (HR Bukhari)

Sebagian ulama memahami bahwa hadist di atas berpendapat bahwa metode penentuan awal bulan harus dengan rukyat, atau harus secara pasti melihat hilal.

Bila tidak memungkinkan, cukup menggenapkan bulan Syaban menjadi 30 hari karena kalender Hijriah tidak ada yang melebihi 30 hari.

Sedangkan sebagian ulama lain yang berpatokan pada metode hisab memandang bahwa justru karena hilal tidak terlihat oleh mata karena mendung, dan karena berkembangnya ilmu matematika dan astronomi yang menyoal peredaran benda angkasa, kenapa tidak kita hitung saja kapan hilal muncul, jadi tidak perlu repot-repot lagi melihat hilal secara langsung menurut Ibn Rusyd, dalam kitabnya Bidayat al-Mujtahid wa Nihayat al-Muqtashid.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore