Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Juni 2024 | 18.28 WIB

5 Tradisi Unik Perayaan Idul Adha di Indonesia Mulai dari Khas Kota Semarang hingga Aceh, Terasa Sekali Kebersamaannya!

Potret perayaan Idul Adha di Indonesia. Sumber foto : (Unsplash.com/Fauzan) - Image

Potret perayaan Idul Adha di Indonesia. Sumber foto : (Unsplash.com/Fauzan)

JawaPos.com - Menjelang perayaan Idul Adha 1445 Hijriah, seluruh umat muslim di dunia sedang mempersiapkannya dengan semangat dan antusias, termasuk warga muslim di Indonesia.

Perayaan Idul Adha ini menjadi momentum yang sangat penting karena dibersamai oleh pelaksanaannya ibadah haji di kota suci Mekah.

Sedangkan umat muslim lainnya merayakan shalat Idul Adha serta memotong hewan kurban di wilayah dan negaranya masing-masing.
 
Indonesia merupakan negara yang tak luput dari berbagai macam tradisi, khususnya yang menyangkut dengan ritual keagamaan.

Tujuannya agar seluruh masyarakat semarak merayakan hari besar ini dan mempererat tali persaudaraan antar umat muslim.

Dikutip dari laman Indonesia Travel, ada 5 tradisi unik perayaan Idul Adha di Indonesia, mulai dari khas Kota Semarang hingga Aceh, diantaranya adalah. 

Acaranya diisi dengan arak-arakan hasil tani dan ternak. Nantinya hasil tersebut akan diambil secara rebutan oleh para warga, konon katanya tradisi ini merupakan suatu kebiasaan para Wali Songo dalam bentuk rasa syukur di perayaan Idul Adha.

Tak hanya arakan hasil bumi, tapi dihadirkan juga hiburan khas kearifan lokal di Semarang yang tentunya sangat unik dan menarik untuk disaksikan.

2. Tradisi Manten di Pasuruan, Jawa Timur

Acara ini cukup menarik karena hewan yang dikurbankan akan didandani dengan cantik, dikalungkan bunga tujuh rupa, lalu dibalut dengan kain kafan, sejadah, dan serban.

Setelah didandani bak pengantin, hewan kurban akan diarak menuju masjid. Setelah dipotong oleh para panitia, masyarakat akan mencicipi hidangannya bersama-sama.

3. Tradisi Grebeg Gunungan di Yogyakarta

Perayaannya hampir mirip dengan Tradisi Apitan di Semarang. Semua warga muslim mengarak hasil bumi dari mulai halaman Keraton sampai Masjid Gede Kauman.

Menurut masyarakat setempat tradisi ini dipercaya sebagai metode dakwah Sunan Gunung Djati. Acaranya diwarnai dengan alunan gamelan di area Keraton Kasepuhan Cirebon.

Rangkaian Gamelan ini dibunyikan seketika setelah Sultan Keraton Kasepuhan keluar dari Masjid Agung Sang Cipta Rasa, serta menandakan bahwa umat muslim di Cirebon sedang merayakan hari kemenangan.

5. Tradisi Meugang di Aceh

Pada perayaan Idul Adha di Kota Serambi Mekah ini seluruh pedagang akan menjajakan daging-daging segar dan tradisi ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

Sejarah Meugang di Aceh ini awalnya dilakukan pada masa kerajaan dengan memotong hewan kurban dan dibagikan secara gratis sebagai bentuk syukur atas kemakmuran tanah ini.

Dikutip dari laman Baznas, sebagaimana manfaat berkurban pada perayaan Idul Adha adalah untuk mendapatkan keberkahan di dunia, sebagai penghapus dosa, dan sebagai ungkapan rasa syukur.

Pernyataan tersebut sejalan dengan pelaksanaan tradisi unik di Indonesia dalam perayaan Idul Adha yang tak lain hanyalah untuk mempererat tali persaudaraan sehingga segala momen terasa sekali kebersamaannya.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore