JawaPos.com - Satu orang dari 3 DPO dalam kasus pembunuhan terhadap mendiang Vina dan Eky yang terjadi pada Agustus 2016 silam di Cirebon Jawa Barat berhasil dibekuk oleh aparat kepolisian. Dia bernama Pegi atau Egi, orang yang disebut-sebut sebagai pangkal permasalahan atas kasus kematian Vina akibat cintanya ditolak.
Pegi Setiawan atau Egi akhirnya berhasil dibekuk petugas kepolisian dari Polda Jawa Barat tadi malam, Selasa (21/5), di daerah Bandung. Pada saat dilakukan penangkapan, tidak ada perlawanan dari pria yang memiliki nama alias Perong itu.
Berdasarkan rekaman suara Vina saat merasuki tubuh sahabatnya bernama Linda, Vina secara khusus menyebutkan nama Egi dan hal itu tidak dilakukannya pada para tersangka lainnya.
Menurut Vina, kasus pembunuhan terhadap dirinya dan Eky awalnya karena dia menolak cinta Egi.
"Salah satunya ada yang suka sama Vina, namanya Egi," kata Vina dalam rekaman suara itu.
Mendengar nama Egi disebutkan Vina, Marliana selaku kakak almarhumah yang sebelumnya sempat mendengar curhatan Vina tentang Egi ketika masih hidup, cukup terkejut. Karena Vina sebelumnya sempat bercerita bahwa Egi pernah mengganggunya dan berusaha memegangi bagian tubuhnya.
"Benar kan Egi Pak," ujar Marliana ke ayahnya dalam rekaman suara itu.
"Vina ngeludahin, dia (Egi) dendam kayaknya sama Vina," ujar Vina.
Marliana kemudian bertanya apakah Egi adalah anak polisi atau tidak. "Nggak tahu Egi itu anaknya polisi atau nggak, Vina nggak kenal," jawab Vina.
Bermaksud melakukan aksi balas dendam setelah cintanya ditolak dan diludahi oleh Vina, Egi dkk pun melakukan rencana untuk melakukan eksekusi. Menurut rekaman suara Vina, awalnya Egi dkk tidak ada niatan untuk membunuh. Mereka hanya ingin melakukan rudapaksa dengan menutup matanya supaya tidak dapat melihat para pelaku
Namun berhubung Vina melihat para pelaku, gadis yang saat itu baru berusia 16 tahun akhirnya dihabisi bersama kekasihnya, Eky. Vina lagi-lagi menyebutkan peran Egi saat dirinya dieksekusi.
"Itu yang pukul pertama tangan Vina, Egi. Pertama niatnya mau perk*** saja, cuma takut ketahuan (akhirnya dibunuh)," paparnya.