Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 Februari 2024 | 19.22 WIB

Sudah Tahu Belum, 29 Februari Dikenal Sebagai Hari Penyakit Langka Sedunia? Yuk Kenali Sejarah dan Tujuannya

Wabah penyakit X. (Pexel)




JawaPos.Com - Tahukah kamu bahwa 29 Februari dikenal sebagai Hari Penyakit Langka Sedunia?

Jika belum, yuk simak dan pahami sejarah dan tujuan dari Hari Penyakit Langka Sedunia yang dirayakan pada 29 Februari.

Sebagai informasi, Hari Penyakit Langka Sedunia atau Rare Disease Day diperingati setiap hari terakhir di bulan Februari atau pada tanggal 28 Februari pada tahun-tahun non-kabisat.

Dilansir dari Global Genes, Kamis (29/2), tujuan diperingati Hari Penyakit Langka Sedunia untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit langka, serta mendorong para peneliti dan pembuat keputusan membahas tentang apa yang dibutuhkan orang-orang yang mengidap penyakit langka.

Seperti diketahui, penyakit langka terkadang sulit didiagnosis lntaran beberapa faktor salah satunya tidak memiliki perawatan yang memadai.
 
Alhasil penting untuk meningkatkan kesadaran tentang penyakit-penyakit ini agar lebih banyak orang yang dapat mengidentifikasi gejalanya dan mencari bantuan medis yang tepat.

Melalui peringatan ini, diharap para ilmuwan dan peneliti memberikan perhatian khusus pada penyakit-penyakit langka yang belum terungkap dalam dunia medis.

Sejarah Hari Penyakit Langka Sedunia

Hari Penyakit Langka Sedunia pertama kali dideklarasikan oleh European Organisation for Rare Diseases (EURORDIS) pada tahun 2008.

Misi dan Tujuan Hari Penyakit Langka

Seperti dijelaskan sebelumnya, salah satu tujuan utama dari Hari Penyakit Langka yaitu untuk memberikan suara kepada individu yang terkena penyakit langka dan keluarga mereka, serta untuk memperkuat solidaritas di antara mereka.

Ini juga menjadi kesempatan bagi organisasi penyakit langka, peneliti, dokter, dan pemerintah untuk bersatu dalam memperjuangkan hak-hak penderita penyakit langka.

Pentingnya Kesadaran Publik

Kesadaran publik tentang penyakit langka penting untuk meningkatkan pemahaman tentang tantangan yang dihadapi oleh para penderita, serta untuk memperkuat dukungan dari masyarakat dan lembaga pemerintah.

Dengan meningkatkan kesadaran, diharapkan akan lebih banyak sumber daya yang dialokasikan untuk penelitian dan pengembangan perawatan bagi penyakit-penyakit langka.

Sumber Daya dan Dukungan

Organisasi-organisasi kesehatan dunia, seperti World Health Organization (WHO) dan EURORDIS, menyediakan sumber daya dan dukungan bagi individu yang terkena penyakit langka serta keluarga mereka.

Program-program ini mencakup panduan klinis, informasi tentang penelitian terkini, dan akses ke jaringan dukungan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore