
Peneliti sedang berada di lokasi semburan lumpur bercampur air dan gas di Desa Jari, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro.
JawaPos.com - Badan Geologi Kementeriaan Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah merilis hipotesis terkait semburan lumpur di Bojonegoro. Hal itu disampaikan oleh Kepala Pusat Survei Geologi, Edi Slameto di Jakarta, pada hari Rabu (28/2).
Ia menyampaikan bahwa semburan lumpur bercampur air dan gas yang terjadi di Kabupaten Bojonegoro kemungkinan besar terbentuk akibat kandungan gas dangkal pada formasi batuan yang belum terkonsolidasi. Menurut dugaannya, formasi batuan itu terganggu akibat dari aktivitas manusia maupun alami, seperti gempa.
“Untuk mengetahui secara pasti jenis gasnya, tim saat ini sedang melakukan uji sampling ke lokasi,” ujarnya seperti dilansir dari Antara, Rabu (28/2).
Hipotesis Badan Geologi menyebutkan bahwa kondisi bawah permukaan area Bojonegoro-Mojokerto Zona Upper Pleistocene-Recent (sekitar 180 meter) tersusun oleh batuan yang unconsolidated berbutir halus dengan brightspot seismogram di beberapa tempat (lokal). Dengan kondisi itu, maka terdapat potensi akumulasi gas dangkal yang memungkinkan adanya zona bertekanan di atas normal.
Formasi unconsolidated berbutir halus itu cenderung menipis ke arah lokasi semburan lumpur di Bojonegoro, tetapi masih mungkin dijumpai bright spot yang mempunyai tekanan di atas normal. Ia berharap masyarakat yang berada di lokasi sekitar semburan lumpur tetap waspada dan tidak panik terhadap adanya semburan itu.
Pihaknya menghimbau masyarakat agar sementara waktu menjauhi lokasi serta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran akibat dipicu semburan gas yang keluar bersama dengan lumpur tersebut.
Diketahui sebelumnya, pada hari Minggu (25/2) sebuah semburan lumpur setinggi 30 hingga 50 sentimeter keluar dari sela-sela beton di Dusun Sanggar, Desa Sidomulyo, Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. Semburan yang muncul dari sumur warga dengan kedalaman sekitar 60 meter itu telah terjadi sebanyak tiga kali.
Semburan pertama terjadi pada 2022 dan berlangsung selama sepekan. Semburan kedua terjadi pada 26 Desember 2023 dan berlangsung selama dua hari. Sementara semburan ketiga terjadi pada 25 Februari 2024.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
