Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Februari 2024 | 23.30 WIB

Jokowi Akui Banyak Pelaku Bisnis Khawatir Politik RI Memanas: Alhamdulillah Pemilu Berjalan Lancar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjanjikan harga beras akan turun dalam dua minggu ke depan. - Image

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjanjikan harga beras akan turun dalam dua minggu ke depan.

 
JawaPos.com - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengakui bahwa ada banyak pelaku bisnis yang khawatir dan harap-harap cemas terkait politik di tanah air yang akan memanas jelan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Namun, Jokowi kini bersyukur bahwa Pemilu 2024 telah berjalan lancar karena banyak masyarakat yang datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan riang gembira.
 
"Saya tahu, bahwa banyak para pelaku bisnis yang kemarin masih menunggu pemilu. Wait and see. Karena agak khawatir dengan politik yang memanas menjelang pelaksanaan pemilu, tetapi sekarang alhamdulillah pemilu berjalan dengan lancar. Masayarakat berbondong-bondong ke TPS dengan riang gembira," kata Jokowi dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2024 di ST Regis, Jakarta, Selasa (20/2).
 
Mantan Wali Kota Solo ini berharap, seiring dengan lancarnya pelaksanaan Pemilu 2024 akan mendorong peningkatan arus modal dari investor yang masuk ke Indonesia.
 
 
"Dan kita harapkan, arus modal masuk, invetasi habis pemilu bisa gerak leih meningkat dan leih baik lagi," imbuhnya.
 
Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengaskan bahwa Indonesia tidak dalam periode wait and see sebagaimana kerap didengungkan sebelum Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Presiden (Pilpres). Bos OJK mengatakan, seluruh pihak patut bersyukur karena pekan lalu masyarakat telah melaksanakan pesta demokrasi, yakni pemilihan umum dan pilpres kelima setelah reformasi. 
 
“Dengan 204,8 juta pemilih pendaftar dan turn out sekitar 80 persen atau 164 juta pemilih yang jauh lebih besar dari jumlah pemilih pilpres di negara mana pun di dunia ini. Dengan begitu, Indonesia bukan lagi negara demokrasi ketiga terbesar di dunia tetapi negara presidensial terbesar di dunia,” kata Mahendra.
 
Selain itu pilpres di indonesia dilakukan secara terbuka dan langsung, dibandingkan dengan AS yang dilakukan secara elekcoral collage atau perwakilan dari negara bagian. Oleh karena itu, menurut Mahendra, seluruh pihak harus menggunakan modal ini sebagai modalitas pembangunan perekonomian nasional dan stabitas  industri jasa keuangan.
 
“Indonesia tidak dalam periode wait and see yang kerap didengungkan sebelum pemilu,” ujar Mahendra.
 
“Harapan kita semua Bapak Presiden, Bapak Wakil Presiden berserta seluruh Kabinet Indonesia Maju, DPR, DPD, seluruh lembaga negara dan masyarakat Indonesia menjadikan momentum luar biasa itu untuk sprint akhir, berlari cepat menuju garis finish yang gemilang di penghujung presidensi Bapak Presiden dan masa tugas legislatif saat ini,” imbuhnya.
 
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore