
Bandara dhoho kediri (Foto: Wahyu Adji/JPRK)
JawaPos.com – Penyelesaian Peraturan Bupati (Perbup) terkait kawasan keselamatan operasi penerbangan (KKOP) Bandara Internasional Dhoho Kediri saling kejar-kejaran dengan waktu operasional bandara.
Perbup tersebut memang sengaja terus dikebut pengerjaannya oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, agar saat bandara beroperasi nanti sudah bisa digunakan sebagai acuan resmi berkekuatan hukum.
Dilansir Radar Kediri (JawaPos Grup), Kamis (15/2), informasi hingga kemarin (14/2), perbup yang mengatur soal keselamatan di wilayah bandara itu diketahui masih belum juga rampung.
Kendati demikian, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Kediri Sukadi mengatakan pengerjaannya sudah ada di tahap proses penyelesaian.
“Saat ini masih proses penyelesaian,” terang Sukadi saat dikonfirmasi oleh tim Radar Kediri (JawaPos Grup).
Seperti diketahui sebelumnya, Pemkab Kediri awalnya menargetkan penyelesaian Perbup mengenai KKOP Bandara Dhoho Kediri ini di bulan Januari 2024 lalu.
Sayangnya, hal tersebut tak berjalan sesuai rencana. Prosesnya mengalami kemoloran. Hal itu dapat disimpulkan karena hingga kemarin, proses pembuatan perbup tersebut masih berjalan.
Kendati demikian, Perbup tentang KKOP itu tetap akan diusahakan untuk setidaknya dapat rampung sebelum Bandara Internasional Dhoho Kediri melayani penerbangan komersil nanti.
Terkait hal itu, Sukadi mengaku dirinya optimistis jika perbup KKOP dapat segera rampung. Paling tidak, perbup tersebut harus selesai antara bulan Februari atau Maret 2024 mendatang.
Rencananya, usai dirampungkan nanti, pemkab melalui pemerintah desa dan kecamatan akan kembali melakukan sosialisasi untuk memastikan warga paham terkait KKOP.
Sehingga harapannya, dapat mengurangi resiko terhadap masalah KKOP. “Semoga bandara dapat beroperasi dengan lancar dan tidak ada masalah terutama tentang KKOP,” tambahnya.
Sementara itu, sosialisasi terkait KKOP juga sebenarnya sudah pernah dilakukan bahkan sebelum perbup KKOP mulai digodok. Pemkab sudah melakukan setidaknya dua kali sosialisasi.
Sosialisasi yang pertama, dilakukan pada tanggal 10 Januari yang dilakukan kepada perangkat kecamatan dan desa di daerah sekitar bandara. Sedangkan sosialisasi kedua dilakukan 17 Januari, yang sasarannya langsung kepada masyarakat.
Setidaknya ada lima daerah di sekitar bandara yang mendapat sosialisasi terkait KKOP tersebut. Diantaranya Desa Bulusari, Tarokan, Grogol, Jatirejo, dan Kalipang.
***

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
