
Tangkapan Layar dari trailer Film Dokumenter Dirty Vote. (Istimewa)
JawaPos.com – Usai tayang perdana pada hari Minggu (11/2) lalu, film dokumenter Dirty Vote hingga kini masih jadi trending nomor satu di media sosial X (Twitter, red).
Berdasarkan pantauan JawaPos.com dari media sosial X, postingan mengenai film dokumenter kecurangan pemilu Dirty Vote sudah ada sebanyak 276 ribu.
Beragam respon Yin dan Yang dari warganet turut mewarnai viralnya film tersebut. Yin dan Yang ini merupakan filosofi Tionghoa tentang dua sifat berlawanan, namun saling berhubungan.
Sehingga, dua sifat ini tak bisa dipisah satu sama lain. Filosofi itu cocok dan sama persis dengan cuitan-cuitan warganet terkait rilisnya film Dirty Vote saat masa tenang jelang pemilu ini.
Pada intinya, banyak warganet yang marah dengan dugaan tindak - tindak kecurangan yang mungkin dilakukan dalam pemilu yang terjadi selama ini usai menonton film tersebut.
Salah satu warganet, @y_stbatuah melalui cuitannya, mengaku bahwa dirinya telah menonton film dokumenter tersebut. Menurutnya, film itu sangat berguna jelang hari pemungutan suara 14 Februari mendatang.
"Udah ditonton, terima kasih. Film ini sangat berguna sekali, jelas sekali skenario sangat rapi, menurut mereka sudah rapi, tapi skenario Allah lah yang akan berlaku, semoga Allah melindungi bangsa Indonesia dari orang yang haus kekuasaan," tulis @y_stbatuah, Minggu (11/2), seperti yang dikutip Radar Jogja (JawaPos Grup).
Adapun akun warganet lainnya, @abanglurus yang mengaku merasa sedih dengan kondisi negara saat ini setelah menonton Dirty Vote. "Hancur, rusak ini negara. Dirty Vote," cuitnya.
Sementara itu, akun @JonnoPras3tyo juga turut menanggapi bahwa kemunculan film Dirty Vote ini menunjukkan presiden yang buruk bagi sejarah demokrasi Indonesia.
"Sampai tercipta film seperti ini berarti akan menjadi catatan yang buruk bagi sejarah demokrasi negeri ini," tulisnya.
Tak sedikit juga netizen Indonesia yang mulai mempertanyakan alasan kenapa film Dirty Vote ini keluar atau di rilis pada saat masa tenang menjelang pemilu 2024
Disisi lain, Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid turut berkomentar di media sosial X mengenai film Dirty Vote tersebut.
Menurutnya, tiga pakar hukum tata negara yang mengisi film ini yakni Bivitri Susanti, Feri Amsari, dan Zainal Arifin Mochtar, merupakan pejuang demokrasi yang kredibilitasnya tak perlu diragukan lagi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
