Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Februari 2024 | 15.39 WIB

Khofifah Resmikan Pembangunan Hunian Baru untuk Korban Banjir di Banyuwangi, Ditargetkan Rampung 3 Bulan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmikan pembangunan hunian relokasi korban banjir bandang di Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (11/2). (Humas Pemkab Banyuwangi)

JawaPos.com – Korban terdampak banjir bandang tahun 2022 silam di Desa Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, secepatnya mendapat bantuan dari pemerintah yaitu pembangunan 66 unit hunian.

Menurut laporan yang diterima, Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Subroto menyampaikan bahwa, hunian relokasi yang dibangun dengan luas 5 x 6 meter tersebut menggunakan biaya yang dialokasikan oleh BPBD Jatim.

“Sedangkan untuk pembangunan fasilitas lingkungan didukung oleh Pemkab Banyuwangi. Untuk pembebasan lahan dialokasikan melalui anggaran Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur dan saat ini masih dalam proses penerbitan penetapan lokasi,” jelasnya dikutip dari Antara, Senin (12/2).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, meresmikan dimulainya pembangunan untuk relokasi warga di empat desa tersebut, dan menargetkan pembangunan hunian itu akan selesai dalam kurun waktu tiga bulan.

“Target pembangunan selesai tiga bulan, ada sebanyak 66 hunian yang dibangun,” ungkap Khofifah usai meresmikan pembangunan hunian baru di Banyuwangi, Minggu (11/2).

Melansir dari Antara, Senin (12/2) pembangunan hunian tersebut berada di lahan milik PTPN 1 Regional V Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru.

Mantan Menteri Sosial itu.menyatakan bahwa lokasi yang dipakai untuk pembangunan ini merupakan lahan milik PTPN, sehingga diperlukan waktu untuk mengurus segala proses administratif pelimpahan lahan.

“Saya minta untuk dikomunikasikan kembali kepada PTPN, karena memang ada proses pelepasan hak dari PTPN kepada masyarakat itu butuh prosedur administratif dari PTPN ke Pemprov kemudian ke warga,” tegasnya

Orang nomor satu di Jawa Timur itu juga menjelaskan, jika sempat mengalami sejumlah tantangan sebelum proses relokasi peluncuran pembangunan dilakukan.

Namun permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan baik berkat sinergi dan komunikasi dengan masyarakat maupun pemilik lahan, PTPN.

“Proses relokasi ini paling lama dibanding yang lainnya, seperti di Bondowoso, Lumajang, Ponorogo, Trenggalek, Pacitan, dan Blitar. Selain itu, ini pertama kalinya relokasi nyambung kampung,” jelasnya.

Gubernur Khofifah tak lupa menyampaikan terima kasih kepada PTPN 1 Regional V yang telah mengizinkan lahannya digunakan untuk relokasi warga terdampak banjir bandang.

Ia berharap dengan adanya hunian relokasi ini dapat membuat warga yang terdampak, kini bisa hidup dengan nyaman dan tenang, selain itu warga juga tidak perlu beradaptasi lagi karena lokasi relokasi dekat dengan rumah mereka dan masih di desa asalnya.

"Mudah-mudahan prosesnya berjalan lancar, dan masyarakat tidak perlu beradaptasi baru, karena ini tempat bersosialisasi selama ini. Ini luar biasa, nyambung kampung,” ujarnya.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore