
Ilustrasi smart farming. /image by pikisuperstar
JawaPos.com – Dalam debat Cawapres kedua tadi malam (21/1), Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka menyebut, generasi muda harus didorong untuk bertani melalui smart farming.
Gibran berkata, untuk meningkatkan produktivitas hasil tani, para petani akan kita dorong terus mekanisasi pertaniannya. Begitu pula Generasi muda akan kita dorong untuk bertani melalui program smart farming.
Namun, mungkin sebagian dari kita tidak tahu terkait definisi dan manfaat smart farming yang selalu digadang-gadang gibran dalam atasi masalah pertanian Indonesia.
Dilansir dari techtarget.com (22/1), smart farming atau pertanian cerdas adalah konsep manajemen yang berfokus pada penyediaan infrastruktur bagi industri pertanian untuk memanfaatkan teknologi canggih termasuk data besar, cloud, dan internet of things (IoT) untuk pelacakan, pemantauan, otomatisasi, dan analisis operasi.
Smart farming juga dikenal sebagai pertanian presisi karena dalam eksekusinya smart farming dikelola oleh perangkat lunak dan dipantau oleh sensor.
Smart farming semakin penting karena kombinasi masalah dari bertambahnya populasi global, meningkatnya permintaan akan hasil panen yang lebih tinggi, kebutuhan untuk menggunakan sumber daya alam secara efisien, meningkatnya penggunaan dan kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi, serta meningkatnya kebutuhan akan pertanian cerdas iklim.
Dalam pengelolaannya, smart farming mencakup penggunaan teknologi seperti:
Sensor untuk pemindaian tanah dan pengelolaan air, cahaya, kelembapan, dan suhu.
Teknologi telekomunikasi seperti jaringan canggih dan GPS.
Perangkat keras dan perangkat lunak untuk aplikasi khusus dan untuk memungkinkan solusi berbasis IoT, robotika, dan otomatisasi.
Alat analisis data untuk pengambilan keputusan dan prediksi. Pengumpulan data merupakan bagian penting dari pertanian cerdas karena kuantitas data yang tersedia mulai dari hasil panen, pemetaan tanah, perubahan iklim, penggunaan pupuk, data cuaca, mesin, dan kesehatan hewan terus meningkat.
Satelit dan drone pada seluruh bidang atau lahan pertanian yang akan digunakan untuk mengumpulkan data sepanjang waktu. Informasi yang didapat akan diteruskan ke sistem TI untuk dilacak dan dianalisis guna memberikan pemantau di lapangan atau pemantau di gudang sehingga pemantauan jarak jauh dapat dilakukan.
Kombinasi teknologi ini memfasilitasi data turunan mesin ke mesin (M2M). Data ini dimasukkan ke dalam sistem pendukung keputusan sehingga petani dapat melihat apa yang terjadi pada tingkat yang lebih terperinci dibandingkan masa lalu.
Salah satu contoh efek kombinasi alat canggih ini, petani dapat mengukur secara tepat variasi di suatu lahan dan mengadaptasi strateginya, petani dapat meningkatkan efektivitas pestisida dan pupuk serta menggunakannya dengan lebih bijaksana.
Sama halnya dengan teknik peternakan cerdas, kombinasi alat canggih dapat membantu peternak memantau dengan lebih baik kebutuhan masing-masing hewan dan menyesuaikan nutrisi mereka untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan ternak.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
