
TAMBAH KAPASITAS: Suasana Rumah Sakit Darurat Wisam Atlet Kemayoran, Jakarta. Tower 4 di RS tersebut kemarin mulai beroperasi dan menerima pasien Covid-19. (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)
JawaPos.com – Ketersediaan ruang perawatan untuk pasien Covid-19 kian sempit. Tingkat keterpakaian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) di rumah sakit di beberapa daerah sudah mencapai 80 persen.
Jubir Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan bahwa hal itu harus menjadi perhatian pemerintah daerah dan masyarakat. Pemda perlu segera berkoordinasi dengan pusat dan Kemenkes apabila kapasitas RS terus menurun. ’’Sehingga bisa diambil langkah-langkah strategis seperti pendirian rumah sakit darurat,” kata Wiku.
Dia menyebutkan bahwa Indonesia patut waspada karena jumlah kasus aktif telah menembus angka 100 ribu orang. Per kemarin (23/12), tercatat 106.528 kasus aktif. ’’Itu artinya ada lebih dari 100 ribu orang yang kini tengah berjuang di rumah sakit.”
Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet pun melaporkan perkembangan yang kurang menyenangkan. Tinggal 1 tower yang kini dimanfaatkan untuk flat isolasi mandiri alias pasien tanpa gejala. Tiga tower yang lain, yakni 4, 6, dan 7, digunakan untuk merawat pasien dengan gejala ringan hingga sedang.
Baca juga: Sehari Jadi Pasien Covid-19, Ini Kegiatan Anies Baswedan
”Tower 5 ini sudah terisi 69,87 persen. Masih ada 400 bed lebih kira-kira bisa menampung. Kita pantau terus,” kata Koordinator RSD Wisma Atlet Tugas Ratmono.
Penggunaan tower isolasi mandiri pun bergantian dengan tower 8 Wisma Atlet Pademangan dan beberapa tempat isolasi mandiri berupa hotel yang disediakan Pemprov DKI Jakarta.
Baca juga: Tekan Kasus Aktif Covid-19 Dengan Protokol Kesehatan
Dia mengatakan, BOR yang meningkat di atas 80 persen berimplikasi pada beban pekerjaan tenaga kesehatan. ”BOR yang meningkat juga berarti ada volume pekerjaan yang tinggi dan potensi terjadi kelelahan.”
Di sisi lain, pemerintah mengetatkan perbatasan negara menyusul ditemukannya varian virus baru SARS-Cov-2 VUI 202012/01. Satgas Penanganan Covid-19 telah memberikan adendum pada SE No 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Selama Periode Libur Nataru.
Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 Lampaui 100 Ribu Pasien
Dalam adendum tersebut disebutkan, warga negara asing (WNA) dari Inggris tidak diperbolehkan masuk Indonesia.
Sementara itu, warga negara Indonesia (WNI) harus menunjukkan surat keterangan negatif PCR dari negara asal. Jika terbukti negatif, WNI yang bersangkutan masih harus karantina selama 5 hari. Setelah karantina, dilakukan pemeriksaan PCR ulang. Adendum SE berlaku hingga 8 Januari 2021.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=t-FrDTDHawg
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Rusia vs Nigeria: Tuan Rumah On Fire, Super Eagles Kehilangan Banyak Pemain
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Skor Belarusia vs Finlandia di UEFA Nations League: Huuhkajat Menang Tipis di Budapest
Alasan Ole Romeny Selebrasi Bawa Jersey Marselino saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022