Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Maret 2021 | 05.00 WIB

HMI Sebut Kericuhan Kongres karena Ada Pihak Eksternal

Massa beratribut HMI saat tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya pada Sabtu (20/3). Hanif Nashrullah/Antara - Image

Massa beratribut HMI saat tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya pada Sabtu (20/3). Hanif Nashrullah/Antara

JawaPos.com–Kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Hassan Basri Baso mengatakan, molornya Kongres XXXI HMI di Surabaya yang semula dijadwalkan sejak 17 dan berakhir 22 Maret hingga terjadi kericuhan, karena ada pihak eksternal yang turut hadir di dalam forum itu.

”Sesuai tata tertib, kongres semestinya hanya dihadiri peserta utusan dari cabang-cabang HMI, dengan aturan memakai sepatu dan kemeja. Tapi ada pihak eksternal yang turut hadir dalam kongres dengan memakai sandal, kaos, dan bertopi,” kata Hassan, mewakili kandidat ketua umum lainnya seperti dilansir dari Antara, di Surabaya, Rabu (24/3) petang.

Menurut dia, dengan kehadiran pihak eksternal, terjadi kericuhan saat kongres berlangsung. Akibatnya enam orang harus berurusan dengan polisi dan hingga kini ditahan di Markas Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya.

Hassan menyebut, kehadiran pihak eksternal di dalam kongres, itu ada upaya memecah belah tubuh organisasi HMI. Karena itu, tiga dari tujuh kandidat Ketua Umum PB HMI, masing-masing M. Nur Aris Shoim, Taufan Tuarita, dan Hassan Basri Baso, menyatakan tidak ingin terjadi dualisme di tubuh organisasi yang berdiri sejak 5 Februari 1947 itu.

”Kami tegas menginginkan tidak ada perpecahan, apalagi sampai terjadi dualisme di dalam organisasi HMI,” ujar Hassan.

Karena itu, dia mendorong Panitia Kongres XXXI HMI bisa bertindak tegas dengan tidak mengizinkan pihak eksternal turut campur, apalagi sampai menghadiri berbagai sidang yang digelar.

”Kongres ini keputusan tertinggi. Tidak boleh dimasuki eksternal. Kalau panitia tidak bisa bertindak tegas, kongres tidak akan pernah selesai. Padahal kami ingin sidang selesai di Surabaya,” ucap Hassan.

Senada, Taufan Tuarita berharap ada rekonsiliasi yang baik dalam Kongres XXXI HMI di Surabaya agar tidak terjadi perpecahan.

”Apa pun dinamika yang terjadi di forum, intinya HMI harus tetap satu dan tidak terbagi-bagi,” tutur Taufan.


  1. Nur Aris Shoim menambahkan, Kongres XXXI HMI di Surabaya harus memunculkan pemimpin yang bisa merangkul, sehingga ke depan tidak terjadi dualisme.


”Mudah-mudahan bisa ditindaklanjuti dalam Kongres XXXI HMI di Surabaya, dengan melahirkan sosok dan pemimpin baru di HMI,” kata Nur Aris Shoim.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/zIsqefnytG0

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore