
Kepala BP2MI Benny Rhamdani. (Dok. BP2MI)
JawaPos.com - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menggelar refleksi akhir tahun 2023. Tahun ini, jumlah penempatan pekerja migran mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
Kepala BP2MI Benny Rhamdani dalam keterangan tertulisnya mengatakan, refleksi akhirn tahun ini penting sebagai bentuk pertanggungjawaban moral apa yang dikerjakan selama 1 tahun dan publik harus mengetahuinya.
"Kita sampaikan tentang capaian-capaian yang terkait penempatan. Untuk tahun ini jumlah penempatan alami peningkatan dibanding tahun sebelumnya," kata Benny, Jumat (29/12).
Benny memaparkan, sepanjang tahun 2023, BP2MI terus berupaya melakukan penempatan dan perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia, kegiatan penempatan dilakukan melalui skema yaitu G to G ke Korea Selatan, Jepang dan Jerman, Private to Private, Mandiri, maupun UKPS.
Dalam pelaksanaan penempatan G to G di Tahun 2023, BP2MI berhasil melakukan penempatan Pekerja Migran Indonesia sebanyak 11.967 PMI. Sementara, penempatan G to G Tahun 2022, melampaui jumlah penempatan G to G di Tahun 2022 yang berjumlah 11.811 PMI.
"Rincian penempatan G to G Tahun 2023 yakni G to G Korea 11.569 PMI, G to G Jepang 314 PMI dan G to G Jerman 84. PMI," terangnya.
Sementara, lanjut Benny, untuk penempatan PMI melalui skema Private to Private, BP2MI berhasil melakukan penempatan Pekerja Migran Indonesia sebanyak 242.485 PMI. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan penempatan P to P Tahun 2022, yang berjumlah 174.757 PMI
"Untuk Skema Perseorangan/Mandiri, pada Tahun 2023, BP2MI berhasil melakukan penempatan Pekerja Migran Indonesia sebanyak 18.908 PMI, dibandingkan dengan penempatan Perseorangan/Mandiri Tahun 2022, yang berjumlah 14.079 PMI," paparnya.
Sepanjang Tahun 2023, BP2MI telah melakukan penempatan sebanyak total 273.747 PMI. Jumlah tersebut melampaui jumlah penempatan tahun 2022 sebanyak 200.761 orang dan melampaui target penempatan yang dicanangkan untuk tahun 2023 yang ditarget sebanyak 250.000 orang PMI.
Karena itu, di tahun 2024 BP2MI akan menambah jumlah penempatan PMI. Terkait hal itu, Benny menyebut pihaknya telah mengusulkan 19 negara agar dibuka skema G to G. "Terkait hal ini Presiden sudah setuju pada tanggal 3 Agustus lalu di Istana Presiden. Presiden setuju dengan penempatan G to G ditambah 19 negara," tuturnya.
Sedangkan untuk fasilitasi pemulangan PMI tahun 2023, hasil Kerjasama dan kolaborasi antara BP2MI dengan pihak Terkait, baik diluar maupun di dalam negeri, BP2MI berhasil memfasilitasi pemulangan sebanyak 21.945 orang PMI. Sedangkan pada tahun 2022 BP2MI melakukan pemulangan PMI sebanyak 21.356 orang PMI.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
