
Ilustrasi: Human trafficking
JawaPos.com – Jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) masih cukup tinggi. Hingga akhir November 2023 saja, Kementerian Sosial (Kemensos) sudah menangani ribuan orang WNI korban TPPO ini.
Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Kemensos Pepen Nazaruddin menjelaskan, ada 1.359 orang WNI yang ditangani oleh pihaknya melalui sentra/balai milik Kemensos. Dari jumlah tersebut, paling banyak berasal dari Provinsi Jawa Timur. Ada 206 orang Jawa Timur yang tercatat menjadi korban TPPO di tahun ini. Disusul Nusa Tenggara Barat (NTB) 188 orang, Sumatera Utara 187 orang, Nusa Tenggara Timur (NTT) 173 orang, dan Jawa Barat 136 orang.
Sementara, jika didetailkan berdasarkan kabupaten/kota, korban paling banyak berasal dari Kabupaten Lombok Timur yakni 82 orang. Kemudian, Lumajang 62 orang, Lombok Tengah 62 orang, Deli Serdang 46 orang, dan Timor Tengah Utara 45 orang.
”Jadi kalau masih di luar negeri itu menjadi tanggung jawab Kementerian Luar Negeri. Namun, saat sampai bandara itu Kemensos,” paparnya dalam acara Forum Salemba 28, di Jakarta, Kamis (21/12).
Diakuinya, penanganan rehsos untuk setiap korban itu berbeda-beda. Meski, kasusnya sama. Karenanya, butuh asesmen secara mendalam dan ketat untuk bisa mengetahui kebutuhan sosial dari masing-masing korban.
Dengan begitu, proses penanganan bisa tepat sasaran. Untuk korban TPPO ini, asesmen dilakukan di 31 sentra/balai rehsos yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia. Mereka diasesmen sebelum ditangani dan dipulangkan.
Baca Juga: Chef Haryo akan Dimakamkan Besok Pagi
Dari 1.359 orang korban tersebut, saat ini, 465 orang telah dibantu di bidang kewirausahaan. Sementara sisanya, 894 diberikan bantuan berupa pemenuhan kebutuhan sandang, pemakanan, tempat tinggal sementara, pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan psikologis, hingga reunifikasi keluarga.
Jumlah korban TPPO ini memang seolah tak ada habisnya. Pihaknya pun kerap kewalahan ketika tiba-tiba ada ratusan orang yang kemudian dilaporkan menjadi korban. Oleh sebab itu, Pepen menegaskan, bahwa kerja sama dan koordinasi antar kementerian/ lembaga sangat dibutuhkan dalam memerangi dan menangani kasus TPPO ini.
Terutama, dengan pemerintah daerah (pemda) yang berada paling dengan dengan masyarakat yang kerap menjadi korban kejahatan lintas batas ini.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Skor Azerbaijan vs Liechtenstein di Liga Nations UEFA: Milli Menang Tipis Kejar Promosi
Prediksi Skor Wales vs Norwegia di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022