Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Desember 2023 | 00.57 WIB

MPP ICMI Minta Zulhas Beri Klarifikasi terkait Kontroversi soal Salat

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menyatakan, partainya siap melanjutkan pembangunan di era Presiden Joko Widodo.

 
 
JawaPos.com - Ketua Umum Majelis Pimpinan Pusat (MPP) Pemuda ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) Ismail Rumadan mengkritisi beredarnya video Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) yang menyindir kelompok tertentu dalam praktik ibadah salat. Tindakan Zulhas itu dianggap sebagai bentuk pelanggaran etika dan sensitivitas dalam beragama.
 
 
“Ini bukan hanya tentang politik, tapi juga tentang bagaimana kita menghormati praktik dan keyakinan agama. Pernyataan Zulhas telah menunjukkan ketidakpekaan terhadap sensitivitas umat beragama,” ujar Ismail kepada wartawan, Kamis (21/12).
 
Ismail menekankan, pentingnya menjaga keharmonisan dan menghindari pernyataan yang dapat menyinggung perasaan kelompok tertentu.
 
“Di masa politik seperti ini, kita harus lebih berhati-hati dalam berbicara, terutama soal agama. Kita harus menghindari pernyataan yang bisa memecah belah atau menghina keyakinan orang lain,” tambahnya.
 
Ismail menyerukan, agar Zulhas memberikan klarifikasi dan permintaan maaf atas pernyataannya yang kontroversial ini. Sehingga tidak terjadi gejolak di tengah masyarakat.
 
“Kami menyerukan agar Zulhas segera memberikan klarifikasi dan meminta maaf kepada umat Islam atas pernyataannya. Hal ini penting untuk menjaga keutuhan dan kesatuan bangsa kita,” tegasnya.
 
Selain itu, Ismail juga menyerukan kepada semua pihak, khususnya para politisi, untuk tidak menyalahgunakan agama sebagai alat untuk kepentingan politik.
 
“Kita harus memastikan bahwa agama tidak menjadi alat politik yang dapat memicu perpecahan. Penting bagi kita semua untuk menjaga stabilitas dan kerukunan nasional,” pungkasnya.
 
Sementara, Sekretaris Jenderal PAN, Edi Soeparno menjelaskan, pernyataan Zulhas terkait salat merupakan ungkapan dalam konteks situasi di masyarakat.
 
"Apa yang disampaikan Pak Zul adalah cerita tentang kondisi di masyarakat yang beliau temui. Salah satu contohnya adalah ketika bacaan sholat diasosiasikan dengan pasangan tertentu," kata Edi Soeparno.
 
Selain itu, Edi juga mengungkit video yang sama yang juga muncul dari para ulama seperti Ustad Adi Hidayat (UAH) dan Ustad Abdu Somad (UAS). Pernyataan yang kurang lebih sama misalnya, ketika ada yang melafalkan Aamiin nanti justru dirujuk atau diasosiasikan dengan salah satu capres. Oleh karena itu, menurutnya tidak tepat apabila pernyataan Zulhas ditempatkan dalam konteks penistaan agama.
 
Sebelumnya, Menteri Perdagangan yang juga Ketum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas) sempat membuka acara Rakernas Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) di Semarang.
 
Dalam kesempatan tersebut, Zulhas sempat mengungkapkan keheranan mengenai perubahan sikap masyarakat akhir-akhir ini tepatnya seperti di tahun politik sekarang ini.
 
"Saya keliling daerah, Pak Kiai. Sini aman, Jakarta nggak ada masalah, yang jauh-jauh ada lho yang berubah. Jadi kalau salat Maghrib baca, 'waladholin... ', Al-Fatihah baca 'waladholin..' Ada yang diem sekarang, pak. Lho kok lain," ujar Zulhas.
 
"Ada yang diem sekarang banyak, saking cintanya sama Pak Prabowo itu," imbuhnya.
 
 
"Itu kalau tahiyatul akhir awalnya gini (menunjukan jari telunjuk), sekarang jadi gini (menunjukkan dua jari, telunjuk dan tengah)," ujarnya keheranan. (*)
 
 
Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore