Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Desember 2023 | 01.43 WIB

Kilas Balik Rentetan Aktivitas Gunung Marapi, Sering Meletus Baik Secara Eksplosif Maupun Efusif 

ILUSTRASI: Gunung Marapi menyemburkan abu vulkanik dan erupsi sebanyak tujuh kali hingga Sabtu (7/1) siang. Antara - Image

ILUSTRASI: Gunung Marapi menyemburkan abu vulkanik dan erupsi sebanyak tujuh kali hingga Sabtu (7/1) siang. Antara

JawaPos.com - Gunung Marapi secara administratif berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar.

Gunung Marapi merupakan gunung api paling aktif di Sumatera Barat dengan ketinggian 2.891 meter dpl.

Menurut laman resmi Provinsi Sumatera Barat, sejak waktu sejarah, Gunung Marapi sering meletus baik secara eksplosif maupun efusif.

Kegiatannya bersumber pada beberapa kawah dan lapangan solfatara di sekitar puncaknya.

Letusan terakhir pada umumnya eksplosif. Walaupun terdapat singkapan lava di sekitar puncak dan lereng bagian barat, tetapi itu terjadi pada masa prasejarah (Verbeek, 1919).

Pusat kegiatan berpindah secara tidak teratur diantara K. Tuo - K. Bungo - K. Bongsu menurut garis timur - barat daya dengan masa istirahat antara 1 - 28 tahun (van Padang, 1938).

Dilansir dari BNPB, pada hari Minggu (3/12) sekitar pukul 14.54 WIB, Gunung Marapi kembali meletus dengan ditandai adanya muntahan kolom abu berisi material vulkanik hingga 3000 meter dari puncak kawah yang disertai suara gemuruh.

Menurut hasil perekaman seismogram Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi Gunung Marapi terekam dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi 4 menit 41 detik.

Peristiwa meletusnya Gunung Marapi ini juga dibenarkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Bambang Wasito dalam sambungan telepon.

“Benar. Kondisi Gunung Marapi meletus. Kolom abunya membumbung tinggi ke atas terlihat dari Agam,” jelas Bambang.

Menurut laman resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang mengutip keterangan PVMBG, aktivitas Gunung Marapi ini terpantau terdapat gejala peningkatan aktivitas vulkanik yang dapat terjadi erupsi eksplosif sejak Januari 2023.

Maka dari itu, status status tetap di level II (Waspada) karena sewaktu-waktu dapat erupsi seperti yang terjadi kemarin.

Penetapan level II (Waspada) Gunung Marapi, masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan melakukan kegiatan pada radius 3 km dari kawah/puncak.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore