
Erupsi Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumbar, Minggu (3/12), pukul 14.55 WIB.
JawaPos.com - Gunung Marapi yang berlokasi di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) mengalami erupsi. Warga yang tinggal di sekitar kaki gunung terlihat panik. Apalagi gunung yang berdampingan dengan Gunung Singgaalang itu mengeluarkan asap atau material vulkanik.
Dari catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, erupsi dari Gunung Marapi terekam dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi 4 menit 41 detik.
Gunung Marapi dipantau secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) yang berada di Jl. Prof. Hazairin No 168 Kota Bukittinggi, Sumbar.
Dilansir Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, aktivitas vulkanik gunung Marapi pada awal 2023 yang didominasi terjadinya erupsi eksplosif. Aktivitas itu berlangsung sejak 7 Januari 2023 hingga 20 Februari 2023.
Hal tersebut juga dibarengi dengan tingginya kolom erupsi berkisar antara 75 – 1.000 meter dari puncak.
Erupsi berhenti dan aktivitas kegempaan lebih didominasi oleh gempa tektonik lokal dan tektonik jauh. Tingkat aktivitas pada Minggu (3/12) berada pada Level II (WASPADA) sejak 3 Agustus 2011.
Berikut perkembangan terakhir aktivitas Gunung Marapi hingga 3 Desember 2023 pukul 18.00 WIB:
· Pada 3 Desember 2023 pukul 14.54 WIB: terjadi erupsi eksplosif dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 3.000 meter di atas puncak (5.891 m di atas permukaan laut).
· Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur. Erupsi terekam di Seismograf dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi 4 menit 41 detik.
· Pada 3 Desember 2023 pukul 14.54 WIB, erupsi disertai dengan adanya aliran piroklasik ke arah utara dengan jarak luncur 3 kilometer.
· Erupsi pada 3 Desember 2023 Pukul 14.54 WIB tidak didahului oleh peningkatan gempa vulkanik yang signifikan.
Tercatat Gempa Vulkanik-Dalam (VA) hanya terekam 3 kali antara 16 November 2023 – 2 Desember 2023.
Peralatan deformasi (Tiltmeter) yang berada di stasiun puncak menunjukkan pola mendatar pada sumbu radial dan sedikit inflasi pada sumbu tangensial.
Hal tersebut menunjukkan proses erupsi berlangsung cepat dan pusat tekanan hanya berada pada kedalaman dangkal (sekitar puncak).
Berdasarkan hasil pengamatan, analisis data visual maupun instrumental hingga tanggal 3 Desember pukul 18.00 WIB, maka tingkat aktivitas G. Marapi masih tetap pada Level II (Waspada).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
