Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 November 2023 | 01.16 WIB

Kemenkes Sebut Ada 34 Ribu Kasus Kanker Paru Baru Setiap Tahunnya

PERHATIKAN GEJALA: Ketua Pokja Kanker Paru Perhimpunan Dokter Paru Indonesia mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke dokter apabila merasa ada yang tidak beres dengan saluran napasnya. (FOTO ILUSTRASI DIPERAGAKAN MODEL - DITE SURENDRA/JAWA

JawaPos.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan terdapat sekitar 34 ribu kasus baru kanker paru di Indonesia.  Kasus kanker paru tersebut juga diikuti dengan angka kematian yang tinggi. yakni hampir 88 persen, atau setara dengan 30 ribu hingga 31 ribu kasus.

Dilansir dari Antara pada Selasa (28/11), statistik terkait kanker paru tersebut diungkapkan oleh Siti Nadia Tarmizi sebagai Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

"Setiap tahun ada 34 ribu kasus baru, kematiannya menjadi perhatian kita banget karena kematian hampir 88 persen, dari 34 ribu, dilaporkan meninggal 30 ribu hingga 31 ribu," kata Nadia dalam diskusi peningkatan kualitas hidup pasien kanker paru di Jakarta, Selasa (28/11).

Dia menyebutkan angka kematian yang tinggi diakibatkan oleh keterlambatan penanganan terhadap pasien kanker paru.

Padahal angka kesembuhan pada pasien kanker bisa mencapai 90 persen jika ditangani dengan baik sejak dini, menurut Nadia.

Maka dari itu, dia menekankan upaya deteksi dini dan pencegahan yang terdapat pada program transformasi kesehatan yang diluncurkan Kemenkes adalah tahapan yang mesti dilakukan guna meningkatkan kualitas hidup pasien kanker paru.

Salah satunya adalah dengan melalui skrining dan deteksi dini terhadap 14 jenis penyakit. Termasuk di antaranya adalah skrining untuk kanker paru bagi sejumlah kelompok berisiko,  kata Nadia.

"Skrining ini sasarannya untuk kanker paru, berusia 45 tahun ke atas, ada riwayat perokok aktif atau yang baru berhenti merokok kurang dari 15 tahun," tuturnya.

Kemudian, Nadia menambahkan syarat berikutnya adalah mengetahui adanya riwayat kanker pada keluarga. Syarat tersebut dibuktikan melalui skor yang terdapat pada saat melakukan skrining.

Dengan begitu, supaya usaha pencegahan menjadi semakin optimal, dia menyerukan kepada masyarakat untuk menghindari konsumsi tembakau serta produk turunannya, sebab konsumsi tembakau merupakan faktor utama terjadinya kanker paru.

"Penting sekali untuk melakukan CERDIK, yaitu Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet gizi seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres," pungkas Nadia.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore