PERHATIKAN GEJALA: Ketua Pokja Kanker Paru Perhimpunan Dokter Paru Indonesia mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke dokter apabila merasa ada yang tidak beres dengan saluran napasnya. (FOTO ILUSTRASI DIPERAGAKAN MODEL - DITE SURENDRA/JAWA
JawaPos.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan terdapat sekitar 34 ribu kasus baru kanker paru di Indonesia. Kasus kanker paru tersebut juga diikuti dengan angka kematian yang tinggi. yakni hampir 88 persen, atau setara dengan 30 ribu hingga 31 ribu kasus.
Dilansir dari Antara pada Selasa (28/11), statistik terkait kanker paru tersebut diungkapkan oleh Siti Nadia Tarmizi sebagai Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
"Setiap tahun ada 34 ribu kasus baru, kematiannya menjadi perhatian kita banget karena kematian hampir 88 persen, dari 34 ribu, dilaporkan meninggal 30 ribu hingga 31 ribu," kata Nadia dalam diskusi peningkatan kualitas hidup pasien kanker paru di Jakarta, Selasa (28/11).
Dia menyebutkan angka kematian yang tinggi diakibatkan oleh keterlambatan penanganan terhadap pasien kanker paru.
Padahal angka kesembuhan pada pasien kanker bisa mencapai 90 persen jika ditangani dengan baik sejak dini, menurut Nadia.
Maka dari itu, dia menekankan upaya deteksi dini dan pencegahan yang terdapat pada program transformasi kesehatan yang diluncurkan Kemenkes adalah tahapan yang mesti dilakukan guna meningkatkan kualitas hidup pasien kanker paru.
Salah satunya adalah dengan melalui skrining dan deteksi dini terhadap 14 jenis penyakit. Termasuk di antaranya adalah skrining untuk kanker paru bagi sejumlah kelompok berisiko, kata Nadia.
"Skrining ini sasarannya untuk kanker paru, berusia 45 tahun ke atas, ada riwayat perokok aktif atau yang baru berhenti merokok kurang dari 15 tahun," tuturnya.
Kemudian, Nadia menambahkan syarat berikutnya adalah mengetahui adanya riwayat kanker pada keluarga. Syarat tersebut dibuktikan melalui skor yang terdapat pada saat melakukan skrining.
Dengan begitu, supaya usaha pencegahan menjadi semakin optimal, dia menyerukan kepada masyarakat untuk menghindari konsumsi tembakau serta produk turunannya, sebab konsumsi tembakau merupakan faktor utama terjadinya kanker paru.
"Penting sekali untuk melakukan CERDIK, yaitu Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet gizi seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres," pungkas Nadia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Prediksi Skor Lecce vs Roma di Liga Italia: Misi I Giallorossi Curi 3 Poin di Stadio Via del Mare!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Celta Vigo vs Athletic Bilbao: Masih Tumpul, Los Leones Terancam Gagal Menang Lagi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
Pemerintah Tutup Permanen 455 SPPG Karena Tak Penuhi SLHS, Ini Data Rinciannya
