
UNTUK KEBERLANJUTAN. Wamenhan Letjen TNI Purnawirawan M. Herindra melaksanakan groundbreaking pembangunan SMA Taruna Nusantara Terintegrasi di Malang, Jawa Timur.
JawaPos.com - Sesuai dengan komitmen Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengalokasikan anggaran dalam jumlah cukup besar untuk membangun lembaga pendidikan.
Diantaranya dengan membangun SMA Taruna Nusantara Terintegrasi. Total ada enam sekolah yang bakal mereka bangun. Untuk setiap sekolah, dana yang dibutuhkan lebih kurang USD 15 juta. Sehingga Kemhan perlu menggelontorkan USD 90 juta untuk membangun enam sekolah.
Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Letjen TNI Purnawirawan M. Herindra menyampaikan hal itu usai melakukan groundbreaking SMA Taruna Nusantara Terintegrasi di Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Kamis (23/11).
”Anggaran satu SMA, satu sekolah, untuk membangun mulai dari sekolahnya, asramanya, ruang makan, dan lain sebagainya itu lebih kurang anggarannya 15 juta dollar,” ungkap dia. Bila dirupiahkan, biaya pembangunan sekolah tersebut mencapai Rp 233 miliar per sekolah.
Bila ditotal untuk membangun enam sekolah, Kemhan harus mengeluarkan uang kurang lebih Rp 1,4 triliun. Selain SMA Taruna Nusantara Terintegrasi di Malang, Kemhan sudah melakukan groundbreaking pembangunan sekolah serupa di Cimahi, Jawa Barat.
Selanjutnya, mereka berniat memulai pembangunan sekolah yang sama di Padang, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Tujuannya untuk mendidik sebanyak-banyaknya pemuda dan pemudi berprestasi.
Saat ini, Herindra menyampaikan bahwa hanya ada satu SMA Taruna Nusantara. Yakni SMA Taruna Nusantara di Magelang, Jawa Tengah. Setiap tahunnya, sekolah tersebut hanya menerima 360 siswa.
Sementara jumlah pendaftarnya mencapai delapan ribu orang. Itu menunjukkan minat yang besar dari generasi penerus untuk melanjutkan sekolah di sana. ”Ini bentuk perhatian yang sangat serius dari Menhan Bapak Prabowo Subianto dalam menyiapkan generasi muda ke depan,” terang mantan panglima Kodam III/Siliwangi tersebut.
Diakui oleh Herindra, SMA Taruna Nusantara merupakan salah satu sekolah unggulan. Itu dibuktikan lewat alumni-alumninya yang kini banyak mengisi pos strategis di berbagai instansi. Untuk memastikan regenerasi berjalan, Kemhan menilai perlu dibangun lebih banyak SMA Taruna Nusantara.
Karena itu, mereka tidak segan keluar anggaran besar membangun SMA Taruna Nusantara di berbagai daerah. ”Supaya nanti yang jauh dari wilayah timur nggak harus di Magelang. Lebih bagus di Sulawesi Selatan. Yang di Sumatera lebih bagus kita bangun di Sumatera," jelasnya.
Setelah groundbreaking, Kemhan menarget SMA Taruna Nusantara yang dibangun di daerah selesai dalam hitungan bulan. Paling lama sembilan bulan. Sehingga lembaga pendidikan tersebut bisa secepatnya beroperasi dan menerima peserta didik baru.
Dia menjamin rekrutmen siswa SMA Taruna Nusantara di daerah benar-benar terbuka. Pihaknya tidak ingin ada istilah siswa titipan. ”Semaksimal mungkin memberi kesempatan kepada putra-putra terbaik di daerah. Tidak ada koneksi-koneksi, yang terbaik yang diterima,” bebernya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
