
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. (ANTARA/Devi Nindy)
JawaPos.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tengah menjalankan teknologi modifikasi cuaca guna memastikan keamanan jalur-jalur yang diperkirakan akan dipadati oleh pemudik selama liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyatakan perlunya penggunaan teknologi modifikasi cuaca berdasarkan pengalaman dari tahun sebelumnya. Pada tahun ini, fokus utama adalah mengamankan jalur-jalur yang biasanya ramai oleh pemudik, seperti jalan tol dan wilayah-wilayah tertentu.
"Pengunjung yang paling banyak saat libur natal-tahun baru (nataru) berada di lokasi wisata," ungkapnya sebagaimana dikutip dari ANTARA pada Selasa (21/11).
Baca Juga: Akses Permodalan LPMUKP Dorong Produktivitas Kampung Budidaya Bandeng Jepara
Dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Dwikorita mengungkapkan pihaknya telah bersiap bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI Angkatan Udara, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk melaksanakan teknologi modifikasi cuaca.
BMKG memprakirakan sebaran zona dengan hujan intensitas lebat di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Sumatera, Jawa, Kalimantan, NTT, Halmahera, dan Papua. Prakiraan ini mencakup periode sebelum Natal 2023, yakni 17-24 Desember 2023.
Untuk periode selanjutnya yakni 25 Desember 2023 hingga 1 Januari 2024, BMKG memperkirakan sedikit pergeseran wilayah yang terdampak, namun potensi hujan dengan intensitas lebat masih terjadi di berbagai daerah Indonesia.
Baca Juga: Bisa untuk Konten Instagram dan Facebook, Meta Kenalkan Tool Editing Baru Berbasis AI
"Kemudian setelah tanggal 1 Januari 2024, yakni periode 2 Januari-8 Januari 2024 hujan dengan intensitas lebat masih terjadi, bahkan kami memprediksikan puncak musim hujan di sebagian wilayah Indonesia terjadi pada Januari 2024, dan bisa juga sebagian wilayah lain pada Desember 2023 serta wilayah lainnya pada Februari 2024. Namun pada bulan Januari 2024, hujan lebat terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia," kata Dwikorita Karnawati.
Selain itu, dia menegaskan pihaknya telah menyediakan informasi cuaca yang mudah diakses oleh masyarakat.
"Kami juga sudah menyiapkan selama beberapa tahun terakhir informasi cuaca untuk penerbangan, terutama bagi pilot yang sebetulnya bisa mengetahui kondisi prakiraan cuaca kurang lebih 6 jam sebelum terbang," kata Dwikorita Karnawati.
Dengan demikian, ujarnya pula, dapat diketahui kondisi cuaca dan peringatan dini dapat diakses di sepanjang rute penerbangan, termasuk cuaca di area holding dan sekitarnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
