
Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Sido Maju 2 berhasil membudidayakan bandeng asli Jepara atau bandeng kartini.
JawaPos.com - Sektor perikanan budidaya terus menunjukkan pertumbuhan positif, dengan komoditas bandeng menjadi salah satu yang mencatatkan prestasi gemilang. Menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) produksi bandeng nasional hingga triwulan III 2023 mencapai 616.366 ton. Hal ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya di mana total produksi bandeng pada tahun 2022 mencapai 779.706 ton
Dalam upaya mendorong pertumbuhan produksi bandeng secara nasional, KKP gencar meningkatkan produksi bandeng melalui berbagai kebijakan strategis. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah melalui penetapan kampung budidaya.
Salah satu kampung budidaya bandeng yang mencatat produktivitas tinggi terletak di Desa Ujungwatu, Kecamatan Donorejo, Jepara. Di sini, Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Sido Maju 2 berhasil membudidayakan bandeng asli Jepara atau bandeng kartini, yang dikembangkan oleh Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara.
Dengan lahan seluas 5 hektar, Pokdakan Sido Maju 2 mampu melakukan dua siklus budidaya dalam setahun. Lebih lanjut Wiharsono, Sekretaris Pokdakan menjelaskan bandeng kartini memiliki keunggulan tersendiri jika dibandingkan dengan bandeng di daerah lainnya.
“Keunggulannya kualitas yang prima dan tidak memiliki bau tanah, sehingga memberikan rasa yang lebih lezat,” jelas Wiharsono.
Untuk mendukung produktivitas budidaya bandeng, KKP melalui Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) juga turut memberikan stimulus akses modal usaha kepada kelompok pembudidaya. Dengan dukungan modal, pembudidaya dapat meningkatkan dan memperbaiki sarana dan prasarana budidaya. Termasuk rehab tambak, kincir, instalasi listrik, mesin diesel, dan sarana produksi seperti benih dan pakan ikan.
Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Sido Maju 2 berhasil membudidayakan bandeng asli Jepara atau bandeng kartini.
Wiharsono menambahkan, dengan dukungan modal usaha kini produksi bandeng yang dikembangkannya pun semakin meningkat. Tidak hanya memenuhi kebutuhan di Jepara tapi juga turut dijual ke daerah lain seperti Semarang.
"Dalam satu siklus panen, kami dapat menghasilkan 10-15 ton dengan harga jual Rp30.000 per kilogram," tambahnya.
Keberhasilan Pokdakan Sido Maju 2 diharapkan menjadi motivasi bagi pembudidaya lain untuk meningkatkan kesejahteraan dan daya saing di sektor perikanan. Dengan bantuan akses permodalan dari KKP, harapannya kampung budidaya bandeng di Jepara dapat terus berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang mandiri serta berkelanjutan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
