Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 November 2023 | 21.04 WIB

BEM UIN Semarang Minta Pemerintah Pulihkan Integritas dan Marwah MK

 
 
 

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman.

JawaPos.com - Elemen mahasiswa terus menyuarakan penolakan lahirnya politik dinasti. Kali ini dilakukan, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri (BEM UIN) Walisongo Semarang,  menolak keras politik dinasti di Indonesia.
 
Ketua BEM UIN Semarang, Faris Balya menyesalkan hadirnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan syarat minimal capres-cawapres 40 tahun atau pernah/sedang menjabat kepala daerah. Ia menganggap, putusan MK dan MKMK menyakiti rasa keadilan masyarakat.
 
"Kita menyayangkan, hakim yang terbukti melanggar etika dan dinyatakan bersalah, hanya dicopot sebagai Ketua MK, bukan dicopot sebagai Hakim MK. Sangat disesalkan juga aturan baru yang diputuskan MK tetap diberlakukan meski terbukti dinyatakan bersalah secara etik," kata Faris dalam keterangannya, Jumat (17/11).
 
Faris mengutarakan, masyarakat dipertontonkan aksi tak wajar dari beberapa pejabat negara. Ia memandang, upaya mewujudkan dinasti politik berlangsung sangat terencana dan sistematik.
 
Menurutnya, pengaruh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dimanfaatkan untuk memuluskan kepentingan politik, walapun menbrak etika dan kepantasan publik.
 
 
"Yang perlu diingat adalah, pemegang kekuasaan (Presiden) pasti bisa berbuat apa saja untuk menguntungkan kepentingannya. Jadi sudah jelas, dengan kekuasaan yang dimilikinya sangat mungkin presiden mengintervensi berbagai sektor kekuasaan di bawahnya," ucap Faris.
 
Oleh karena itu, BEM UIN Semarang
menuntut agar Pemerintah merevisi atau membatalkan kebijakan tersebut. Selain itu juga menuntut adanya reformasi dalam tubuh MK. 
 
Hal ini penting, agar tetap memiliki integritas dan menghindari politik kepentingan berlandaskan hubungan kekeluargaan.
 
“Menuntut Pemerintah mengembalikan integritas MK atau mereposisi MK sebagai lembaga negara yang memiliki integritas, kapabilitas dan akuntabilitas. Kedua kami menuntut untuk menolak dan melawan segala bentuk politik dinasti, yang terakhir kami menuntut pencopotan Ketua MK,” pungkasnya.
 

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore