Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 November 2023 | 14.42 WIB

Cegah Pekerja Migran Indonesia Terpapar Terorisme, Ideologi Kekerasan yang Dibalut Alasan Agama Tak Boleh Dibiarkan

Kepala BNPT Rycko Amelza Dahniel dan Kepala BP2MI Benny Rhamdani. (Istimewa) - Image

Kepala BNPT Rycko Amelza Dahniel dan Kepala BP2MI Benny Rhamdani. (Istimewa)

JawaPos.com – Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani menegaskan bahwa negara tak boleh lalai dalam perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia dari praktik terorisme. Hal ini disampaikan dalam Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BP2MI dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

"Kita melindungi Pekerja Migran Indonesia dari ujung rambut sampai ujung kaki. Tidak boleh mereka terpapar paham transnasional, seperti terorisme. Kerja sama dengan BNPT tentu sangat penting," ujar Benny dalam keterangan tertulisnya.

Benny menjelaskan, selama ini stigma publik terhadap pekerja migran cenderung negatif, bahkan destruktif. "Anggapannya bahwa Pekerja Migran Indonesia merupakan sumber masalah, Pekerja Migran Indonesia merupakan pekerja rendahan. Potret Pekerja Migran Indonesia dihadapkan pada belahan dunia yang sangat kontras. Melemahkan Pekerja Migran Indonesia adalah kejahatan yang harus diperangi," kata Benny.

Sementara itu, Kepala BNPT Komjen Pol. Rycko Amelza Dahniel menyebutkan bahwa jaringan teroris harus dicegah dari hulu hingga hilir agar tidak mencemari para Pekerja Migran Indonesia yang sedang berada di luar negeri.

"BP2MI telah mengubah paradigma masyarakat, yang mana dahulunya mereka menganggap PMI sebagai orang-orang tidak punya pekerjaan lalu diberangkatkan mencari kerja ke luar negeri, kini menjadi orang-orang yang bekerja secara andal dan memiliki kompetensi serta bisa menyumbangkan devisa untuk negara," ujar Rycko.

Rycko menegaskan, Pekerja Migran Indonesia sudah seharusnya diposisikan sebagai duta-duta pekerja yang bersih dari anasir-anasir terorisme.

"Itu sebabnya, kesadaran harus perlu dibangun melalui sosialisasi dan kerja yang konsisten yang nanti dilakukan BNPT dan BP2MI. Sel-sel terorisme harus diamputasi," katanya.

"Ideologi kekerasan yang dibalut dengan alasan agama jangan dibiarkan. Harus kita perangi. Pekerja Migran Indonesia jangan sampai terjangkit terorisme. Mari kita bangun awareness bahwa ada penguatan sel terorisme melalui rekrutmen radikalisasi secara online. Ini harus kita waspadai dan lawan," tutup Rycko.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore