
Calon Presiden Ganjar Pranowo mendapatkan sapaan baru yakni ‘Gus Im’ usai bertemu dengan pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Jakarta Selatan, Minggu (29/10). (Istimewa)
JawaPos.com - Calon Presiden Ganjar Pranowo mendapatkan sapaan baru yakni ‘Gus Im’ usai bertemu dengan pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Jakarta Selatan, Minggu (29/10). Dia menyambangi Pondok Pesantren Miftahul Ulum untuk bersilahturahmi dengan Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum, KH Muhyiddin Ishaq.
Ganjar datang menggunakan pakaian berwarna hitam disambut meriah oleh para santri. Ia pun kemudian diajak masuk ke rumah KH Muhyiddin Ishaq untuk melakukan pertemuan tertutup.
Setelah itu, Ganjar dan KH Muhyiddin Ishaq melakukan perbincangan dengan santri di Ponpes tersebut. Disitulah, KH Muhyiddin Ishaq memanggil Ganjar dengan sebutan ‘Gus Im’. "Kita kedatangan Insyallah Presiden. Tadi kita sematkan nama baru, Gus Im. Jangan ditanya artinya apa, yang tahu cuma yang ada di dalam,” ujar KH Muhyiddin Ishaq.
“Beliau ketua GP Anshor, Anshor ada GP-nya, jadi Ganjar Pranowo. Hari ini Gus Im kita sematkan jadi jagat NU, karena GP-nya," tambah KH Muhyiddin Ishaq yang kemudian disambut tertawa oleh para santri.
Selain disematkan nama Gus Im, Ganjar juga diberikan rompi berkelir hijau dengan logo NU di bagian dada kiri. Sementara bagian di dada sebelah kanan bendera merah-putih.
Rais Syuriah PWNU DKI Jakarta pun turut mendoakan agar Ganjar bersama pasangannya Mahfud bisa terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden di 2024.
Namun, dia menitipkan beberapa hal kepada Ganjar-Mahfud. Seperti halnya memperbaiki persoalan penegakan hukum agar bisa memberikan sebuah angin segar bagi masyarakat.
“Kita titipkan negara bangsa kita ke Gus Im kita ke depan. Termasuk untuk penegakan hukum, supaya ada kepastian hukum, supaya para investor datang rame-rame ke sini untuk bisa kembangkan dan pulihkan ekonomi lebih maju. Saya kira beliau yang ngatur,” tegas dia.
Dalam kesempatan itu pula KH Muhyiddin Ishaq dirinya tidak memiliki keraguan kepada sosok Ganjar Pranowo. Bahkan dia sengaja memakai baju hitam beserta celana hitam, dan menandakan dirinya tidak abu-abu dalam memilih sosok pemimpin.
“Hari ini saya pakai baju putih dan hitam enggak abu-abu,” ujarnya.
Sementara itu, Ganjar mengatakan dirinya banyak berdiskusi beragam hal dengan para Kiai dan Ulama ketika menyambangi Pondok Pesantren Miftahul Ulum.
“Kami diskusi dan tersanjung beliau mendukung dan siap memenangkan. Dan ya banyak sekali masukan kepada kami,” ungkap Ganjar.
Ganjar berharap ke depannya dirinya bisa terus melakukan kolaborasi bersama Kiai dan Ulama di dalam membangun bangsa Indonesia. “Jadi alhamdulillah, mudah-mudahan kita bisa berkolaborasi dengan baik,” tandasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
