Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Oktober 2023 | 06.32 WIB

Kepala BKKBN: Indonesia Harus Bisa Manfaatkan Bonus Demografi

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Hasto Wardoyo menyatakan, Indonesia harus bisa memanfaatkan dengan baik Bonus Demografi. - Image

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Hasto Wardoyo menyatakan, Indonesia harus bisa memanfaatkan dengan baik Bonus Demografi.

JawaPos.com - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Hasto Wardoyo menyatakan, Indonesia harus bisa memanfaatkan dengan baik Bonus Demografi agar tidak masuk dalam jebakan Pendapatan Menengah (middle income trap) menjelang Indonesia Emas 2045.

“Hari ini setiap 100 orang bekerja hanya menanggung 44. Jadi kalau mau kaya adalah sekarang di era Bonus Demografi ini. Kalau tidak sekarang kapan lagi dan kalau tidak oleh generasi muda ini oleh siapa lagi," kata dr. Hasto saat menyampaikan orasi ilmiah pada Wisuda Universitas Respati Indonesia (Urindo) Tahun Akademik 2022-2023 di Sasana Kriya Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Kamis (26/10).

Menurutnya, tahun 2035 sudah akan lewat windows opportunity Bonus Demografi karena dependency ratio sudah naik. Sehingga kalau kita terjebak di middle dan low income trap ini maka susah keluar dari jebakan itu.

"Karena perbandingan yang bekerja dengan yang butuh makan sudah mulai berat," ujarnya. 

Hasto juga meminta semua pihak untuk waspada dan hati-hati, sebelum masuk Indonesia Emas, karena pra syaratnya, pada tahun 2035 itu republik ini harus sukses. Karena kalau tidak sukses, tentu akan berat. 

"Jadi kita harus memanfaatkan windows opportunity ini. Generasi muda menjadi penentu kita akan memetik Bonus Demografi atau tidak? Generasi muda harus tidak kawin pada usia dini, harus tidak putus sekolah, harus tidak nganggur, harus tidak sebentar-sebentar hamil," kata Hasto.

Dalam orasi itu, Hasto juga menyampaikan apresiasi kepada Urindo yang telah ikut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas SDM dan keluarga. Salah satunya dengan dibentuknya Sekolah Lansia.

“Bonus penduduk menjadi bonus kesejahteraan. Tentu butuh upaya diantaranya adalah peningkatan layanan pendidikan dan juga pelayanan kesehatan itu menjadi prioritas penting menurunkan angka stunting, mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kualitas hidup perempuan, anak dan keluarga menjadi angka utama," terangnya. 

Menurut Hasto, kualitas sumber daya manusia itu ditentukan oleh 3 hal seperti bagaimana pendapatan per kapitanya, bagaimana angka harapan hidupnya, dan kemudian juga bagaimana pendidikannya. Rata-rata Pendidikan untuk lama sekolah masih 8,48 tahun meskipun harapan lama sekolahnya harusnya sudah 12 tahun. Hal ini menjadi satu hal serius dan ia berharap bisa sama-sama diperjuangkanagar indeks pembangunan manusia meningkat. 

Kesenjangan daerah masih terlalu tinggi antara satu daerah dengan daerah yang lain, sebagai contoh IPM Yogyakarta 79, Bali 75, namun ternyata IPM Papua 60,44 dan seterusnya. Pengaruh dari stunting itu sangat serius karena human capital index Indonesia yang sangat erat dengan intellectual skill manusia dan ini menjadi indikator penting dalam menentukan kualitas SDM satu bangsa, dengan stunting di atasi maka kualitas SDM juga bisa diatasi dengan baik.

Sementara itu Rektor Universitas Respati Indonesia Prof. Tri Budi Wahyuni Rahardjo,  dalam sambutannya menyebutkan bahwa para wisudawan dan wisudawati sebagai kelompok usia produktif harus bisa menjadi wirausahawan untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan memaksimalkan bonus demografi meraih Indonesia Emas 2045.

“Visi Urindo adalah universitas entrepreneur yang ramah lansia yang diakui secara internasional. Ini berarti bahwa sebelum teman-teman ini wisuda sekitar 30 persen sudah menjadi praktisi wirausahawan. Jadi sekarang paradigma bukan hanya mencari kerja tapi sudah menciptakan lapangan pekerjaan, dan ini menjadi tantangan untuk wisuda yang lain,” kata dia.

Sejalan dengan itu, Kepala LLDikti Wilayah III Prof. Toni Toharudin, yang juga hadir memberikan sambutannya mengatakan semangat berwirausaha adalah bagian penting membangun Indonesia sejahtera. Karena didalam rangka menyambut bonus demografi 2030 mendorong spirit entrepreneurship untuk para lulusan sarjana tentu menjadi bagian penting untuk membangun indonesia sejahtera. 

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore