Budi Arie Setiadi, selaku Kementerian Komunikasi dan Informatika (MENKOMINFO).
JawaPos.Com — Budi Arie Setiadi, selaku Kementerian Komunikasi dan Informatika (MENKOMINFO) telah dan akan terus berupaya melakukan penyebarluasan informasi sejak 14 Oktober 2022. Menteri KOMINFO menjelaskan strategi diseminasi informasi ini dijalankan dalam tiga periode, yaitu pra-pemilu, saat pemilu, dan pasca pemilu.
"Secara umum pesan yang disampaikan untuk menjawab berbagai isu pemilu antara lain peningkatan partisipasi, pemenuhan hak memilih dan dipilih. Selain itu juga untuk mengantisipasi SARA, anti perpecahan atau polarisasi. Dan terpenting menangani hoaks untuk menjaga ruang digital tetap damai," kata Budi Ari dalam Jumpa Media terkait Pemilu Damai 2024 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (02/10/2023).
Dirinya menyatakan media massa merupakan sumber informasi terpercaya yang berperan penting dalam menciptakan situasi yang kondusif selama tahapan Pemilu 2024 berlangsung.
Menkominfo juga akan bekerja sama dengan seluruh media baik radio, televisi, platform digital, media online, dan cetak terkait Pemilu Damai 2024.
Dalam hal itu, dinamika politik bakal meningkat menjelang pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden pada 19 hingga 25 Oktober 2023.
“Ini sudah masuk tahap-tahap yang menegangkan karena menurut jadwal KPU tanggal 19 Oktober 2023 waktu pendaftaran capres dan cawapres. Tentu dinamikanya luar biasa dalam waktu kurang dari 20 hari ke depan,” ucap Budi.
Baca Juga: Kominfo Siapkan Insentif PNBP 5G Demi Peningkatan Kecepatan Internet yang Lebih Baik di Indonesia
Budi Arie menginisiasi kampanye Pemilu Damai 2024 untuk mengantisipasi dari potensi kekacauan informasi. Oleh sebab itu, Menkominfo mengajak partisipan kepentingan Pemilu Damai 2024 untuk berkolaborasi.
Ia mengatakan pemilu merupakan sarana integrasi bangsa dan harus menyatukan semua elemen masyarakat. Maka dari itu, Kementerian Kominfo mendorong agenda komunikasi publik Pemilu Damai 2024.
Pihaknya juga menyatakan diseminasi informasi periode pra-pemilu berfokus pada ajakan anti golput dan berpartisipasi dalam pemilu untuk menghimbau seluruh masyarakat menggunakan hak pilihnya.
Baca Juga: Mantan Dirut Bakti Kominfo Akui Diminta Johnny G. Plate Setor Rp 500 Juta untuk Tutup Kasus
"Selanjutnya, pesan pada periode saat pemilu, berfokus pada ajakan untuk bersama-sama menjaga situasi kondusif sampai proses pemungutan dan penghitungan selesai. Dan terakhir, pesan pada periode pasca pemilu berfokus pada ajakan untuk menjaga persatuan dalam menyikapi hasil pemilu," ucap Budi.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
