
Presiden Joko Widodo dalam peluncuran Indonesia Emas 2045, Kamis (15/6). (Tangkapan layar YT Setpres)
JawaPos.com - Presiden Joko Widodo mengungkapkan alasan keinginannya untuk memindahkan ibu kota negara ke IKN Nusantara. Menurutnya, beban Jakarta itu sudah terlalu padat sehingga harus dikurangi dengan melakukan pemerataan, termasuk ke Kalimantan.
Hal ini ia sampaikan guna memperjelas banyak pihak yang menurutnya sering bertanya tentang IKN.
"Ibu Kota Nusantara, banyak yang bertanya ke saya. IKN untuk apa sih pak? perlu saya sampaikan, 56 persen penduduk Indonesia itu ada di Jawa dan yang terpadat itu di Jakarta," kata Jokowi dalam peluncuran Indonesia Emas 2045, Kamis (15/6).
Ia menambahkan, dengan begitu artinya Indonesia butuh pemerataan. Terlebih, dari total penduduk yang ada tercatat paling besar berada di Pulau Jawa.
"Berarti sekitar 149 juta dari 17 ribu pulau, itu (sebanyak) 149 juta (penduduk) ada di Pulau Jawa. Itu perlu pemerataan," tambahnya.
Lebih lanjut Jokowi mengatakan hal itulah yang membuat pertumbuhan ekonomi di Indonesia tidak merata. Bahkan Gross Domestic Product (GDP) paling besar disumbang dari Pulau Jawa sebesar 58 persen.
"GDP ekonomi kita itu juga 58 persen ada di Jawa yang 17 ribu pulau yang lainnya diberi bagian apa," lanjutnya.
Selain itu, Jokowi menyatakan bahwa alasan pemindahan ibu kota ke IKN Nusantara karena beban Jakarta yang sudah terlalu padat. Menurutnya, Jakarta saat ini sudah menjadi kota pendidikan, kota pariwisata, kota bisnis, kota ekonomi sampai kota pemerintahan.
Akibat dari itu, kata Jokowi, kemacetan bahkan sudah terjadi di mana-mana. Oleh sebab itu, perlunya pemerataan untuk mengurangi beban Jakarta yang sudah padat meskipun harus dilakukan hingga lebih dari lima tahun ke depan.
"Beban Jakarta itu sudah terlalu padat sekali, sebagai kota pendidikan sebagai kota pariwisata sebagai kota bisnis sebagai kota ekonomi, sebagai kota pemerintahan, macet semua kita sekarang di mana mana," tutur Jokowi.
"Oleh karena itu beban (Jakarta) harus dikurangi, pemerataan harus dilakukan. Tidak dalam jangka setahun dua tahun tiga, empat, lima, tahun mendatang, Tetapi kita harus melihat visi yang jauh ke depan, oleh sebab itu hilirisasi ikn nusantara harus diperkuat, dilanjutkan dan ditingkatkan," tandasnya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
