
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. (Hendra Eka/Jawa Pos)
JawaPos.com – Kasus dugaan ujaran kebencian yang menjerat peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang Hasanuddin mesti menjadi atensi bersama. Muhammadiyah menempuh proses hukum kasus itu agar ada efek jera.
"Semua sudah ditangani LBH Muhammadiyah. Kami ikuti proses hukum dengan baik dan objektif," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir saat menghadiri silaturahmi atau halalbihalal di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya kemarin (2/5).
Dalam ajang silaturahmi itu, Haedar terus mengingatkan agar menjadikan spirit halalbihalal untuk memperkuat persatuan bangsa dalam keberagaman. Toleransi dalam perbedaan harus dijunjung tinggi. Jangan sampai perbedaan itu memicu keretakan. "Ukhuwah Islamiyah paling mudah diucapkan, tapi sulit dilaksanakan," ujarnya.
Haedar mengatakan, perbedaan yang terjadi dalam pelaksanaan Idul Adha dan Idul Fitri sejatinya sudah lama terjadi. Dan, sudah menjadi tasamuh (toleransi) terhadap perbedaan atas masalah tersebut. Juga, tanawwu (keragaman) dalam menjalankan ibadah. Bahkan, hal itu terjadi sejak ratusan tahun lalu.
"Jangan sampai ada pemicu yang meretakkan umat. Sebab, kalau sudah retak, memulihkannya tidak gampang," ucap Haedar.
Dia berharap hal itu terus dijaga oleh masyarakat. Kuncinya, menjaga perkataan. Khususnya di era media sosial saat ini. Semua orang bisa membuat posting-an ujaran kebencian dan langsung direspons serupa. ’’Media sosial tidak memiliki peredam, maka terjadi reproduksi kemarahan. Itu sebabnya, harus menjaga kata-kata,’’ tuturnya.
Social order atau tatanan sosial, lanjut dia, tidak bisa terbangun lagi ketika sudah dirusak. Selain itu, persatuan tak bisa dipahami secara ideal. Sebab, selalu ada dunia riil. "Jadi, silaturahmi yang sudah menjadi tradisi di Indonesia ini harus dijadikan energi kolektif bangsa agar kita semakin berilmu dan bijaksana dalam menghadapi perbedaan apa pun," terangnya.
Begitu juga dalam perbedaan soal pilihan politik. Cara memandang keadaan bangsa memerlukan toleransi dan kerja sama. Saat ini, Indonesia masih punya banyak kekurangan di samping kemajuan. Karena itu, Muhammadiyah mengajak untuk membawa energi silaturahmi demi membangun kesatuan dalam menyelesaikan masalah-masalah bangsa. ’’Mulai bidang kesehatan, ekonomi, demokrasi, hingga masalah keagamaan dan kebudayaan,’’ paparnya. (ayu/c18/hud)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
