Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 September 2022 | 00.40 WIB

Visa Umrah Masih Pakai Skema Lama

Sejumlah jamaah calon haji melakukan proses tawaf saat manasik haji di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/6/2022). Sebanyak 1.570 jamaah calon haji asal Kabupaten Bogor mengikuti manasik haji sebelum pemberangkatan ke T - Image

Sejumlah jamaah calon haji melakukan proses tawaf saat manasik haji di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/6/2022). Sebanyak 1.570 jamaah calon haji asal Kabupaten Bogor mengikuti manasik haji sebelum pemberangkatan ke T

JawaPos.com - Skema baru penyelenggaraan umrah dari pemerintah Arab Saudi mendapat respons negatif dari dalam negeri. Khususnya dengan adanya skema penjualan paket umrah bussiness to customer (B to C). Pasalnya, dengan skema tersebut, perusahaan dari Saudi bisa langsung menjual paket umrah kepada masyarakat.

Kebijakan baru itu menuai respons negatif lantaran dapat mengancam eksistensi travel umrah (penyelenggara perjalanan ibadah umrah/PPIU) di Indonesia. Dengan skema jalan pintas tersebut, siapa pun bisa menjual paket umrah. Selama memiliki relasi dengan perusahaan atau pelaku bisnis umrah di Saudi.

Menyikapi kegelisahan itu, perwakilan Indonesia di KJRI Jeddah langsung berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Konsul Haji Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah Nasrullah Jasam mengatakan, dari pertemuan tersebut, visa umrah jemaah Indonesia masih menggunakan skema yang berlaku selama ini.

Artinya, pemesanan visa dilakukan oleh travel umrah di tanah air yang resmi dan berizin dari Kemenag. ”Kebijakan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi terkait penerbitan visa umrah bagi jemaah umrah dari Indonesia masih tetap B to B,” tegasnya kemarin (22/9). Jemaah umrah harus sudah mendapatkan dua dosis vaksin Covid-19. Termasuk suntikan vaksin meningitis seperti selama ini.

Dalam pertemuan itu, dibahas pula isu layanan umrah lainnya. Di antaranya, aplikasi Tawakkalna dan Eatmarna yang masih diberlakukan bagi jemaah yang akan melaksanakan umrah dan masuk ke raudah di Masjid Nabawi. Kemudian, masa berlaku visa umrah selama 90 hari. Selama masih aktif, visa bisa digunakan untuk mengunjungi seluruh wilayah di Saudi dengan pengawasan dari muasasah atau syarikah Arab Saudi yang mengeluarkan visa.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore