alexametrics

Satu Mahasiswa Dikabarkan Tewas Tertembak saat Demo di Papua

23 September 2019, 18:26:40 WIB

JawaPos.com – Korban jiwa dipastikan muncul akibat unjuk rasa yang terjadi di Universitas Cendrawasih, Papua pagi tadi, Senin (23/9). TNI telah mengonfirmasi 1 anggota tewas karena serangan senjata tajam. Sedangkan dari polri, 6 anggota Brimob kritis dan dilarikan ke rumah sakit.

Tak hanya itu, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Papua mencatat ada 1 orang masyarakat sipil tewas dalam unjuk rasa ini. Korban merupakan salah satu mahasiswa yang menjadi demonstran di Universitas Cendrawasih menuntut dibuatkan posko penampungan

“Yang sudah terverifikasi 1 orang mahasiswa (tewas saat unjuk rasa pagi tadi),” ujar Staf KontraS Papua, Marcus saat dihubungi JawaPos.com, Senin (23/9).

Marcus menjelaskan, korban diduga meninggal karena terkena tembakan. Namun, belum diketahui pasti asal peluru tersebut. Saat ini korban masih dalam proses otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Papua. Atas dasar itu pula, identitas korban belum bisa dipublikasi. “Kena tembak. (Korban dibawa) ke Rumah Sakit Bhayangkara bertempat di Kotaraja, Kota Jayapura,” terangnya.

Lebih lanjut, Marcus mengatakan, KontraS bersama lembaga bantuan hukum lainnya akan memberikan pendampingan hukum kepada keluarga korban atas peristiwa ini. Sehingga bisa diketahui, pelaku yang menembak korban.

“KontraS pasti Akan melakukan advokasi hukum bersama LBH Papua, PAHAM Papua, SKPKC Frensiscan, Walhi, Papuan Voices Dan beberapa lembaga-lembaga yang ada di koalisi masyarakat sipil Papua,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo belum bisa mengkonfirmasi pernyataan KontraS. Pihaknya sudah mempertanyakan hal serupa kepada Polda Papua. Namun, belum ada laporan atas hal itu.

Dedi hanya memastikan aparat yang menjaga unjuk rasa tidak dibekali peluru tajam. Sebab, sesuai standar pengamanan demonstrasi aparat tidak diperbolehkan membawa senjata tajam. “Belum ada datanya (korban jiwa sipil). Om Kamal (Kabid Humas Polda Papua) sudah saya tanya. Tidak ada aparat yang dibekali peluru tajam,” kata Dedi.

Meski begitu, Dedi juga belum mendapat laporan terkait kemungkinan adanya oknum-oknum tertentu yang menyusup di tengah-tengah aksi unjuk rasa. “Belum ada info terkait itu,” tegasnya.

Sementara itu, JawaPos.com telah berusaha meminta konfirmasi terkait tewasnya 1 mahasiswa ini kepada Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal. Namun, sampai berita ini diterbitkan, belum ada respon dari yang bersangkutan.

Tembakan dari Brimob

Diketahui, ratusan mahasiswa yang pulang dengan damai dari Audotorium Uncen Abepura malah disambut tembakan aparat. Diduga, tembakan itu dari satuan Brimob di Lokasi Pos Induk Pengungsian, Expo Wamena. Demikian kesaksian salah satu mahasiswa, bernama Kales. Saat itu dia bersama-sama dengan ratusan mahasiswa lainnya yang melakukan aksi di Uncen Abepura.

Kales mengaku bahwa mahasiswa saat pulang disambut dengan tembakan oleh Brimob. ”Saat massa pulang dan tiba di Posko umum pengungsi di Expo Wamena, Brimob sudah palang tempat kami, jadi begitu massa turun, Brimob langsung mereka ambil tembakan. Maka mahasiwa berhamburan keluar dan lari,” katanya via telepon saat berusaha lari mengindari penembakan.

Dengan sedikit terengah-engah, ia yang berupaya menjelaskan kondisi saat itu. Dikatakan, rombongan mahasiswa bertujuan pulang ke Posko yang selama ini ditempati mereka di Museum Expo dengan aman. Akan tetapi, aparat sudah menempati tempat itu. “Kami turun minta Brimob keluar, tapi dibalas tembakan. Jadi kami sebagian massa dari bawah ( Abepura) sudah naik dan ketika turun di Expo, sudah banyak aparat Brimob,” ujarnya diakhir telepon yang masih terdengar bunyi tembakan aparat.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads