alexametrics

Demonstran di Uncen Serang Aparat, 1 TNI Tewas dan 6 Brimob Kritis

23 September 2019, 15:30:39 WIB

JawaPos.com – Aksi unjuk rasa massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di Auditorium Universitas Cendrawasih Papua berujung penyerangan terhadap aparat. Akibatnya, seorang prajurit TNI dipastikan meninggal dunia akibat terkena sabetan senjata tajam.

“seorang prajurit Yonif 751/Raider , Praka Zulkifli, yang sedang melaksanakan tugas BKO Polda Papua sebagai pengemudi kendaraan dinas truk pengangkut pasukan menjadi korban pembacokan yang diduga dilakukan oleh massa AMP,” ujar Kapendam XVII/Cendrawasih, Letkol CPL Eko Daryanto dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/9).

Peristiwa bermula saat Praka Zulkifli ditugaskan mengendarai kendaraan dinas untuk mengangkut massa AMP kembali ke daerah Expo Waena. Saat itu, kendaraan dikawal pula oleh aparat keamanan.

Setibanya di daerah Expo Waena, sekitar pukul 11 WIT, massa AMP yang baru turun dari kendaraan berbalik menyerang aparat keamanan yang mengawal mereka pulang. “Bahkan massa AMP berusaha memprovokasi masyarakat Papua yang berada di Expo Wamena untuk melakukan aksi anarkis berupa pembakaran terhadap berbagai fasilitas umum dan rumah masyarakat,” imbuh Eko.

Praka Zulkifli yang saat itu tengah beristirahat setelah mengantar massa, mendadak diserang oleh massa dengan senjata tajam. Dia mengalami luka bacokan di kepala bagian belakang. Dia sempat dievakuasi menuju RS Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis, namun tak tertolong.

“Karena pendarahan yang hebat, nyawa Praka Zulkifli tidak dapat terselamatkan. Sekitar pukul 12.30 WIT, Praka Zulkifli dinyatakan meninggal dunia. Rencana pemakaman akan dikoordinasikan oleh Danyonif 751/Raider dengan keluarga korban,” jelas Eko.

Pangdam Cendrawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab menyatakan turut berduka cita kepada keluarga almarhum. “Sebagai seorang prajurit, almarhum Praka Zulkifli telah memberikan bakti terbaiknya kepada bangsa dan negara dengan memberikan jiwa dan raganya demi terciptanya rasa aman di tanah Papua” ucap Herman saat melihat langsung jenazah Praka Zulkifli di RS Bhayangkara, Papua.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, anggota polisi juga ada yang diserang oleh massa. “6 anggota Brimob Kritis,” ucapnya. Saat ini mereka tengah mendapat perawatan intensif di RS Bhayangkara, Papua.

Sebelumnya, sekitar 100-300 orang dikabarkan menduduki Universitas Cendrawasih Papua sejak Senin (23/9) dini hari pukul 03.00 WIT. Dari video yang beredar, aparat kepolisian dalam jumlah besar terlihat sudah menjaga area kampus secara ketat. Hal ini disebutkan buntut atas terjadinya intimidasi terhadap mahasiswa Papua di Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, saat ini situasi di Universitas Cendrawasih sudah kondusif. Negosiasi antara massa dan pihak kampus berhasil dilakukan. Massa sendiri menuntut dibuatkan posko bagi mahasiswa Papua yang pulang kampung.

“Sudah berhasil dinegosiasi atas permintaan rektor, dan saat ini para mahasiswa yang menduduki Uncen sudah diangkut untuk meninggalkan kampus,” ujar Dedi saat dikonfirmasi, Senin (23/9).

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads