
Ilustrasi gelombang tinggi. Ahmad Fikri/Antara
JawaPos.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi gelombang tinggi masih akan terjadi di Pelabuhan Merak, Banten, hari ini, Kamis (29/12). Menurut peringatan yang dirilis BMKG, ketinggian ombak yang terjadi berkisar 1,25 meter hingga mencapai 4 meter di sejumlah perairan sekitar Pelabuhan Merak.
"Waspada gelombang laut dengan ketinggian 2.5 - 4.0 meter di wilayah Selat Sunda bagian Selatan, Perairan Selatan Banten dan Samudera Hindia Selatan Banten," tulis BMKG dalam keterangan tertulis di laman resmi maritim.bmkg.go.id, dikutip Kamis (29/12).
Tak hanya di Pelabuhan Merak, peringatan gelombang tinggi juga diberikan untuk wilayah perairan Selat Sunda bagian Utara dengan gelombang laut diprediksi mencapai ketinggian 1,25 meter-2,5 meter.
Pihaknya menyebut, kondisi gelombang tinggi tersebut berisiko tinggi terhadap perahu nelayan, kapal tongkang, dan kapal Ferry. Adapun kini, menurut catatan BMKG cuaca di Pelabuhan Merak diguyur hujan ringan dengan angin berkisar 1-20 knot arah barat daya-barat laut.
"Gelombang laut sedang berkisar 1,25-2,50 meter dengan jarak pandang 7 kilometer," tulis BMKG.
Terkait kondisi sinoptik atau fenomena meteorologi ukuran pola cuaca yang terjadi pada periode satu hari sampai satu minggu dengan skala panjang wilayah horisontal dari urutan 1.000 km (sekitar 620 mil) atau lebih.
BMKG memprediksi angin di wilayah Selat Sunda bagian Utara umumnya bertiup dari Barat - Barat Laut dengan kecepatan 1 - 25 knot. Lalu, angin di wilayah Selat Sunda bagian Selatan umumnya bertiup dari Barat - Barat Laut dengan kecepatan 1 - 25 knot.
"Angin di wilayah Perairan Selatan Banten umumnya bertiup dari Barat - Barat Laut dengan kecepatan 1 - 25 knot. Angin di wilayah Samudera Hindia Selatan Banten umumnya bertiup dari Barat - Barat Laut dengan kecepatan 1 - 25 knot," tutupnya.
Sebelumnya, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Region VIII Provinsi Banten mengumumkan menutup sementara waktu layanan Express Merak dan Bakauheni. Hal tersebut imbas kondisi cuaca di lintasan Merak-Bakauheni sekitar pukul 22.45 WIB yang terpantau buruk.
Terkait itu, pihaknya mengatakan mohon maaf kepada seluruh penumpang atas ketidaknyamanan tersebut.
"Keberangkatan Kapal Ferry Express untuk sementara waktu tertunda sampai cuaca dinyatakan aman oleh Otoritas Pelabuhan untuk kapal dapat berlayar. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya," tulis manajemen BPTD Banten dalam Instagram resminya, Rabu (28/12).
Kendati demikian, pada pukul 04.00 WIB layanan tersebut sudah dibuka kembali ditandai dengan dengan berlayarnya kapal ekspress dari terminal eksekutif Sosoro-Merak pada pukul 04.00 WIB.
"Pelayanan penyeberangan Merak-Bakauheni dikarenakan kondisi cuaca ekstrem pada Rabu (28/12) sejak pukul 22.00 WIB, kini sudah kembali dibuka," kata Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Kamis (29/12).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
